DAPATKAN! Buku Pitutur Luhur (Rp.5.000) dan CD MP3 Pitutur Luhur oleh Ustadz Parsono Agus Waluyo ( Karangpandan, Solo - Indonesia

Rabu, 29 Agustus 2012

SECENGKRONG, MATA AIR YANG SELALU AKTIF

Kawasan Secengkrong yang selalu aktif.
foto:mmb

Salah satu kawasan yang mempunyai nama Secengkrong yang terletak di sebelah timur Dusun Kembang, Doplang, Karangpandan, Karanganyar ternyata memiliki keeksotikan tersendiri bagi masyrakat sekitar. Mata air yang selalu aktif tersebut teletak di ujung timur dusun dan dibawah kaki bukit, hingga saat ini ternyata masih dimanfaatkan oleh sebagian mayarakat.

Menurut cerita yang berhasil kami susun dari Warga setempat, Wiryo Suwarno (60), dulunya kawasan tersebut dimanfaatkan masyarakat dari air yang selalu ada walaupun musim kemarau. Bahkan ditahun 80-an warga masih menggunakan Kawasan tersebut sebagai mata air untuk keperluan sehari-hari, sebelum adanya Perusahaan Air Minum yang mendistribusikan air di Dusun tersebut, warga berbondong-bondong mengambil air dari lokasi tersebut. Bahkan menurut cerita, aktifitas pemanfaatan air dari lokasi tersebut dapat mulai dilihat dari adzan Shubuh, terlihat beberapa warga sibuk mengambil air dengan alat seadanya dari lokasi tersebut.

Selain memiliki mata air yang selalu aktif, Secengkrong sendiri mempunyai keeksotikan lain, yaitu, aliran air yang mengalir ditengah dusun tersebut mempunyai Sendang (tempat mandi umum zaman dulu/red) sejumlah 4 lokasi yang berada disamping sungai sepanjang dusun. ke-empat sendang itu juga dulunya digunakan masyarakat sekitar untuk aktifitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci,dsb. Namun saat ini hanya 2 sendang saja yang masih digunakan masyarakat.

Pada tahun 90-an kawasan secengkrong ini mendapat bantuan dari Mahasiswa yang KKN (Kuliah Kerja Nyata) untuk renovasi tempat tersebut, dan aliran air tersebut didistribusikan ke-tiga bak penampungan yang berlokasi di beberapa titik dusun Kembang, namun, karena tidak adanya menejemen yang solid, akhirnya program tersebut mangkrak. dan saat ini hanya 1 bak saja yang masih dapat terlihat tetapi sudah tidak bisa digunakan.

Setelah program itu mangkrak, beberapa warga berinisiatif menyalurkan air dari lokasi terbut dengan selang dan pipa air menjuju rumah masing-masing, menurut nara sumber kegiatan itu masih ada hingga saat ini./red/mmb.

JEJAK WALISONGO DI INDONESIA VERSI KITAB SEJARAH

 Prof DR. KH imam buchori musliem, LC telah memberikan artikel tentang usaha dakwah dan tabligh para walisongo di nusantara yang diambil dari sumber kitab TARIKHUL AULIA’ yaitu dari kakek buyutnya sendiri Syeikh maulana murodi bin abdulloh bin husain bin ibrohim Al-Asy’ari, sekitar 421 tahun yang lalu..

Ternyata tidak hanya kitab tarikhul Auliya 
syaikh maulana murodi bin husain bin ibrohim al asy’ari saja yang menceritakan tentang perjalanan usaha dakwah dan tabligh para walisongo di nusantara ini.

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Batutah telah menuliskan laporan perjalanannya keliling dunia dalam kitab kanzul ulum. Berikut beberapa catatan perjalanan beliau yang kami ambil dari sumber http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg01518.html. mengenai Ibnu bathutah silahkan buka http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Batutah.

Di Gresik (daerah Leran) ditemukan batu bertahun 1082 Masehi berhuruf Arab yang menceritakan bahwa telah meninggal seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun yang beragama Islam.

Lalu disekitar tahun 1350 saat memuncaknya kebesaran Majapahit, di pelabuhan Tuban dan Gresik banyak kedatangan para pedagang Islam dari India dan dari kerajaan Samudra (Aceh Utara) yang juga awalnya merupakan bagian dari Majapahit, disamping para pedagang Majapahit yang berdagang ke Samudra. Juga menurut cerita, ada seorang putri Islam berjuluk Putri Cempa dan Putri Cina yang menjadi isteri salah satu raja Majapahit.

Sangat toleransinya Majapahit terhadap Islam terlihat dari banyaknya makam Islam di desa Tralaya, dalam kota kerajaan, dengan angka tertua di batu nisan adalah tahun 1369 (saat Hayam Wuruk memerintah).

Yang menarik, walau kuburan Islam tetapi bentuk batu nisannya seperti kurawal yang mengingatkan kala-makara, berangka tahun huruf Kawi, yang berarti bahwa di abad XIV Islam walau agama baru bagi Majapahit tetapi sebagai unsur kebudayaan telah diterima masyarakat.

Diketahui pula bahwa para pendatang dari barat maupun orang-orang Tionghoa ternyata sebagian besar beragama Islam, yang terus berkembang dan mencapai puncaknya di abad XVI saat kerajaan Demak.

WALI SANGA (9)

Mereka yang dianggap sebagai penyiar terpenting yang sangat giat menyebarkan agama Islam diberi julukan Wali-Ullah dan di Jawa dikenal sebagai Wali Sanga (9), yang merupakan dewan Dakwah/Mubaligh.

Kelebihan mereka dibanding kepercayaan/agama penduduk lama adalah tentang kekuatan bathin yang lebih, ilmu yang tinggi dan tenaga gaib.

Sehingga mereka selalu dihubungkan dengan tasawwuf serta sangat kurang dalam pengajaran fiqh ataupun qalam. Mereka tidak hanya berkuasa dalam agama, tapi juga dalam hal pemerintahan dan politik. Menurut kitab Kanzul Ulum Ibnul Bathuthah, Wali Sanga berganti susunan orangnya sebanyak 5 (lima) kali yaitu :

Dewan I tahun 1404 M :

Syeh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, ahli mengatur negara, dakwah di Jawa Timur, wafat di Gresik tahun 1419;

Maulana Ishaq, asal Samarkan Rusia, ahli pengobatan, dakwah di Jawa lalu pindah dan wafat di Pasai (Singapura) ;

Maulana Ahmad Jumadil Kubra, asal Mesir, dakwah keliling, makam di Troloyo – Triwulan Mojokerto;

Maulana Muhammad Al Maghrobi, asal Maghrib – Maroko, dakwah keliling, makamnya di Jatinom Klaten tahun 1465;

Maulana Malik Isro’il, asal Turki, ahli mengatur negara, dimakamkan di Gunung Santri antara Serang Merak di tahun 1435;

Maulana Muhammad Ali Akbar, asal Persia/Iran, ahli pengobatan, dimakamkan di Gunung Santri tahun 1435;

Maulana Hasanuddin, asal Palestina, dakwah keliling, dimakamkan tahun 1462 di samping masjid Banten Lama;

Maulana Aliyuddin, asal Palestina, dakwah keliling, dimakamkan tahun 1462 di samping masjid Banten Lama;

Syeh Subakir, asal Persia, ahli menumbali tanah angker yang dihuni jin jahat, beberapa waktu di Jawa lalu kembali dan wafat di persia tahun 1462.

ewan II tahun 1436 M :

Raden Rahmad Ali Rahmatullah berasal dari Cempa Muangthai Selatan, datang tahun 1421 dan dikenal sebagai Sunan Ampel (Surabaya) menggantikan Malik Ibrahim yang wafat;

Sayyid Ja’far Shodiq, asal Palestina, datang tahun 1436 dan tinggal di Kudus sehingga dikenal sebagai Sunan Kudus, menggantikan malik Isro’il ;

Syarif Hidayatullah, asal Palestina, datang tahun 1436 menggantikan Ali Akbar yang wafat.

Dewan III tahun 1463 M :

Raden Paku/Syeh Maulana A’inul Yaqin pengganti ayahnya yang pulang ke Pasai, kelahiran Blambangan, putra dari Syeh Maulana Ishak, berjuluk Sunan Giri dan makamnya di Gresik;

Raden Said atau Sunan Kalijaga, putra adipati Tuban bernama Wilatikta, yang menggantikan Syeh Subakir yang kembali ke Persia;

Raden Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang kelahiran Ampel, putra Sunan Ampel yang menggantikan Hasanuddin yang wafat;

Raden Qosim atau Sunan Drajad kelahiran Ampel, putra Sunan Ampel yang menggantikan Aliyyuddin yang wafat.
Dewan IV tahun 1466 M :

Raden Patah putra raja Brawijaya Majapahit (tahun 1462 sebagai adipati Bintoro, tahun 1465 membangun masjid Demak dan menjadi raja tahun 1468) murid Sunan Ampel, menggantikan Ahmad Jumadil Kubro yang wafat;

Fathullah Khan, putra Sunan Gunung jati, menggantikan Al Maghrobi yang wafat.

Dewan V :

Raden Umar Said atau Sunan Muria, putra Sunan Kalijaga, yang menggantikan wali yang telah wafat;

Syeh Siti Jenar adalah wali serba kontraversial, dari mulai asal muasal yang muncul dengan berbagai versi, ajarannya yang dianggap menyimpang dari agama Islam tapi sampai saat ini masih dibahas di berbagai lapisan masyarakat, masih ada pengikutnya, sampai dengan kematiannya yang masih dipertanyakan caranya termasuk dimana ia wafat dan dimakamkan.

Sunan Tembayat atau adipati Pandanarang yang menggantikan Syeh Siti jenar yang wafat (bunuh diri atau dihukum mati) .http://mp3pituturluhur.blogspot.com/http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

JEJAK WALISONGO DI NUSANTARA....

 “Menelusuri jejak masuknya Islam di Jawa berarti mengidentifikasi konsep dakwah yang luar biasa,” demikian peneliti yang juga pengamat sejarah Islam, Asep Sobari, Lc

Ia melihat, penyebaran Islam di Tanah 
Jawa khususnya dan Nusantara umumnya sesuai dengan karakter dakwah Islam sejak masa Rasulullah saw.

Alumni Universitas Islam Madinah itu menambahkan, sejarah penyebaran Islam di Jawa yang terungkap adalah hanya sebatas jejak penyebaran yang dilakukan secara masif.

“Jauh sebelum periode itu, Islam telah masuk ke Jawa,” ujar wakil direktur eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists) ini kepada reporter Republika, Devi A. Oktavika.

Ada banyak versi mengenai periode masuknya Islam ke Jawa. Dapatkah Anda menjelaskannya secara ringkas?

Jika memang harus menyoroti masuknya Islam ke Pulau Jawa, saya kira kita tidak bisa tidak membicarakan sejarah masuknya Islam ke Nusantara.

Sulit memisahkan keduanya, karena menurut saya, Islam masuk ke Jawa tidak lama setelah ia masuk ke Indonesia. Jadi jika ditanya kapan ajaran Islam masuk Jawa, jawabannya dapat kita peroleh jika kita membaca sejarah masuknya Islam ke Nusantara.

Bahkan, saya pun yakin, sangat mungkin Islam mulai masuk ke Nusantara pada periode yang jauh lebih awal dari sajian informasi dari buku-buku sejarah yang banyak kita baca.

Kitab Tarikh Thobari misalnya, menceritakan bahwa sekitar 450 tahun sebelum kelahiran Rasulullah saw, rempah Indonesia telah diperdagangkan dengan suku Quraisy.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa jalur dagang telah terbentuk sejak lama, dan Indonesia adalah salah satu bagian dari rute tersebut.

Selain itu, yang diamati adalah bahwa karakteristik dakwah Islam tidak pernah berubah sejak zaman Rasulullah dan para sahabat. Yakni, ketika proses dakwah Islam telah sampai di satu tempat yang belum pernah dijangkau, ia akan dijadikan basis penguatan dakwah tersebut. Setelah basis dakwah tersebut kuat, maka dilakukan lah penyebaran yang lebih jauh lagi.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

HABIB ANIS SOLO..( almarhum ).......

 Tokoh ulama yang khumul lagi wara`, pemuka dan sesepuh habaib yang dihormati, Habib Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi rahimahumullah telah kembali menemui Allah s.w.t. pada tanggal
 14 Syawwal 1427 H bersamaan 6 November 2006 dalam usia kira-kira 78 tahun.

Habib Anis sewaktu hayatnya sentiasa mengabdikan dirinya untuk berdakwah menyebarkan ilmu dan menyeru umat kepada mencintai Junjungan Nabi s.a.w. Beliau menjalankan dakwahnya berdasarkan kepada ilmu dan amal taqwa, dengan menganjurkan dan mengadakan majlis-majlis ta’lim dan juga majlis-majlis mawlid, dalam rangka menumbuhkan mahabbah umat kepada Junjungan Nabi s.a.w.

Selain berdakwah keliling kota, sehingga muridnya menjangkau puluhan ribu orang di merata-rata tempat. beliau memusatkan kegiatan dakwah dan ta’limnya di masjid yang didirikan oleh ayahanda beliau, al-Habib Alwi bin ‘Ali al-Habsyi, yang dikenali sebagai Masjid ar-Riyadh, Gurawan, Pasar Kliwon, Solo (Surakarta), Jawa Tengah.

Dalam majlis-majlis ilmu yang lebih dikenali sebagai rohah, dibacakan kitab-kitab ulama salafus sholeh terdahulu termasuklah kitab-kitab hadits seperti “Jami`ush Shohih” karya Imam al-Bukhari, bahkan pengajian kitab Imam al-Bukhari dijadikan sebagai wiridan di mana setiap tahun dalam bulan Rajab diadakan Khatmil Bukhari, iaitu khatam pengajian kitab “Jami` ash-Shohih” tersebut.

Setiap malam Jumaat pula diadakan majlis mawlid dengan pembacaan kitab mawlid “Simthuth Durar” karya nenda beliau yang mulia al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi. Manakala setiap malam Jumaat Legi diadakan satu majlis taklim dan mawlid dalam skala besar dengan dihadiri ramai masyarakat awam dari pelbagai tempat yang terkenal dengan Pengajian Legian, di mana mawlid diperdengarkan dan tausyiah-tausyiah disampaikan kepada umat.

Peringatan mawlid tahunan di bulan Rabi`ul Awwal dan haul Imam Ali al-Habsyi disambut secara besar-besaran yang dihadiri puluhan ribu umat dan dipenuhi berbagai acara ilmu dan amal taqwa.

Sesungguhnya majlis para habaib tidak pernah sunyi dari ilmu dan tadzkirah yang membawa umat kepada ingatkan Allah, ingatkan Rasulullah dan ingatkan akhirat, yang disampaikan dengan penuh ramah – tamah dan bukannya marah-marah.

Habib Anis terkenal bukan sahaja kerana ilmu dan amalnya, tetapi juga kerana akhlaknya yang tinggi, lemah lembut dan mulia. Air mukanya jernih, wajahnya berseri-seri dan sentiasa kelihatan ceria.

Kebanyakan yang menghadiri majlis-majlis beliau adalah kalangan massa yang dhoif, dan kepada mereka-mereka ini Habib Anis memberikan perhatian yang khusus dan istimewa.
Kemurahan hatinya kepada golongan ini sukar ditandingi menjadikan beliau dihormati dan disegani ramai.

Sungguh tangan beliau sentiasa di atas dengan memberi, tidak sekali-kali beliau jadikan tangannya di bawah meminta-minta. Inilah antara ketinggian akhlak Habib Anis al-Habsyi rhm.

Sungguh kemuliaannya bukanlah semata-mata faktor keturunannya yang umpama bintang bergemerlapan, tapi juga kerana ilmunya, taqwanya, waraknya dan akhlaknya yang mencontohi akhlak para leluhurnya terdahulu. Para leluhurnya yang terkenal dengan ketinggian akhlak mereka sehingga telah menawan hati segala rumpun Melayu rantau sini untuk memeluk agama Islam yang mulia.

Sedih dan pilu rasa hati, seorang demi seorang ulama kita kembali ke hadhrat Ilahi. Khuatir kita jika tiada pengganti mereka, yang meneruskan usaha mereka untuk menyeru kepada Allah dan rasulNya. Bermohon kita kepada Allah dengan sebenar-benar dan setulus-tulus permohonan, agar yang patah tumbuh, yang hilang berganti.

Kita sentiasa memerlukan bimbingan berkesinambungan daripada para ulama dan daie yang mukhlisin lagi berakhlak mulia, agar kejahilan dan keruntuhan akhlak tidak berleluasa. Hari ini selesailah permakaman beliau di Kota Solo di kompleks makam Masjid ar-Riyadh di sisi ayahandanya al-Habib Alwi bin Ali al-Habsyi.

Kami ucapkan selamat jalan kepada Habib yang dikasihi. Mudah-mudahan musibah ketidaksampaian kami menziarahinya sebelum kewafatannya diberi ganjaran oleh Allah dengan kesudianNya menghimpunkan kami besertanya di syurga penuh keni’matan di samping nendanya yang mulia Junjungan Nabi s.a.w.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

BENARKAH MAJAPAHIT ADALAH KERAJAAN ISLAM ??

Sebuah tim kajian dan penelitian dari Yogyakarta menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit adalah kesultanan Islam. Namun, dalam Kitab Negara Kertagama disebutkan bahwa pada masa kejayaan Kerajaan Wilw
atikta (Majapahit) adalah negara yang menganut agama Budha.

Dan kita juga mendapati bukti-bukti yang sampai kini yang masih nyata, seperti masyarakat Bali dan Tengger yang dianggap sebagai keturunan warga Majapahit, adalah pemeluk agama Hindu.

Bagaimana menjelaskan runtutan sejarah berkembangnya agama di Kerajaan Majapahit ??http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

Wawancara Dengan Habib Ali Hasan Bahar Tentang gerakan WAHABI di indonesia

Gerakan Wahabi di Indonesia dicurigai membawa misi untuk menghancurkan dan menguasai, baik teritori maupun ekonomi.
Di Indonesia tak hanya tanahnya yang subur, ber
bagai ideologi juga tumbuh subur, termasuk ideologi Wahabi.

Apalagi gerakan Wahabi masuk dengan pola yang terorganisir rapi. Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir sangat pesat dari Timur Tengah (Saudi).

“Mereka bekerjasama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini,” ujar Habib Ali Hasan Bahar, mantan Ketua Habaib DKI Jakarta, kepada Moh Anshari dari Indonesia Monitor, Kamis (20/8).

Berikut ini petikan wawancara dengan alumunus Universitas Kerajaan Yordania yang kini aktif di Islamic Centre Kwitang dan UIN Jakarta itu.

Bagaimana awal kemunculan aliran Wahabi?
Wahabi itu diidentifikasi sebagai satu kelompok yang mengaku sebagai pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Kemunculannya di Jazirah Arab dimaksudkan untuk membersihkan akidah dari perilaku-perilaku syirik. Pencetusnya adalah Muhammad bin Abdul Wahab.

Bagaimana perkembangan Wahabi di Jazirah Arab?
Wahabi menguasai Mekah dan Madinah dengan berbagai cara, termasuk kekerasan melalui peperangan. Banyak ulama yang menjadi korban. Di Indonesia, sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyelamatkan Mekah dan Madinah dari penguasaan Wahabi yang ekstrem itu.

Sampai-sampai NU mengutus Komite Hijaz ke Mekah untuk memrotes gerakan Wahabi yang hendak menghilangkan makam Nabi Muhammad SAW yang dianggap oleh Wahabi sebagai tempat syirik.

Jadi, sejak awal kemunculannya, gerakan Wahabi sudah radikal dan ekstrem?
Kalau dibaca dari buku-buku sejarah Arab modern, memang para pengikut Wahabi memakai cara-cara yang disebut dengan istilah ‘Badui-Wahabi’, yakni cara-cara barbar, kekerasan, dan agresif.

Seperti di Indonesia juga ada penghancuran kuburan dan diratakan dengan tanah. Karena menurut keyakinan mereka, itu sesat, bid’ah, dan syrik.

Kabarnya Wahabi dilahirkan oleh imprealis Inggris untuk memecah-belah kekuatan Islam?
Ya. Indikasinya memang kuat dugaan demikian itu. Seperti dimuat dalam Islam Online berbahasa Arab, edisi hari ini, Kamis (20 / 8), ada laporan sebuah pemyataan dari seorang da’i terkenal di Aljazair yang mengatakan bahwa gerakan Wahabi atau menurut penyebutan mereka Salafi-Wahabi merupakan buatan intelijen asing yang dibuat untuk menghancurkan madzab-madzab yang lain. Mereka menganggap orang yang berbeda dengan mereka sebagai kafir.

Mengapa mereka bisa begitu ekstrem dan radikal?
Mungkin karena Wahabi dilahirkan di tempat yang keras, maka kata-kata dan doktrin-doktrin yang digunakan juga keras.

Banyak pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh ulama-ulama mereka itu sangat keras, model pemikiran yang keras, mudah menuduh bid’ah, bahkan mudah mengafirkan, tidak toleran, kaku, dan literalis. Tidak menutup kemungkinan itu dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk asing, untuk memojokkan Islam.

Bila awal kemunculan Wahabi diwarnai aksi-aksi perebutan dan penguasaan di Semenanjung Saudi Arabia, berarti lahirnya Wahabi bermotif politis-kekuasaan?

Kalau dibilang sejak awal kemunculan Wahabi bermotif politis-kekuasaan, bisa saja. Namun, kita husnu-zhon (berbaik sangka) saja bahwa lahirnya aliran ini bermotif keagamaan. Hanya saja ada kepentingan-kepentingan yang memanfaatkan gerakan tersebut, termasuk kepentingan asing. Saya rasa, bukan hanya di Arab Saudi, di mana pun juga sama, baik pihak asing maupun dalam negeri pasti akan memanfaatkan setiap kesempatan.

Kabarnya, di balik kemunculan Wahabi juga ada motif adanya motif untuk menguasai minyak?
Dugaan itu tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak benar seratus persen. Artinya, dugaan itu memang ada benarnya.

Bahwa kemudian kemunculan Wahabi itu membuat umat Islam terpecah itu dapat kita rasakan. Saya masih teringat satu buku yang ditulis oleh Sholeh Al-Wardani asal Mesir berjudul ‘Fatwa-fatwa bin Baz’. Buku itu mengritisi fatwa-fatwa Grand Mufti (Juru Fatwa Agung) Saudi Arabia Abdul Aziz bin Baz yang mengeluarkan fatwa untuk berjihad ke Afghanistan.

Apanya yang aneh dari fatwa itu ?

Kenapa fatwa itu memerintahkan berjihad ke Afghanistan, kenapa tidak ke Palestina? Itu menjadi tanda tanya besar. Nah, di buku itu dianalisa dan diduga bahwa di balik fatwa itu ada dikte dan intervensi atau arahan dari kepentingan tertentu (asing).

Menurut Anda, ada kepentingan apa di balik fatwa itu?
Kader-kader Wahabi yang berjihad ke Afghanistan itu sebenarnya hasil rekayasa intelijen Eropa Barat untuk menghabisi pengaruh komunisme Eropa Timur di Afghanistan.

Afghanistan menjadi lahan pertempuran dua ideologi; ideologi Barat dan ideologi Timur. Sepertiya betul kesimpulan Sholeh Al-Wardani yang mengatakan bahwa sepertinya ada tangan-tangan tertentu yang menunjuk dan mengarahkan fatwa jihad Wahabi itu.

Bagaimana pola aliran Wahabi yang berkembang di Indonesia?
Indonesia adalah negara yang wilayahnya subur. Ditanami apa saja tumbuh. Gerakan apa pun yang masuk ke Indonesia bisa cepat tumbuh, apalagi gerakan tersebut masuk dengan pola yang baik dan rapi.

Dana mereka juga cukup banyak. Simpati dari para pemilik dana itu mengalir dari Timur Tengah (Saudi Arabia) dan mengalir sangat pesat, sehingga itu cukup memudahkan kerja keras mereka. Mereka bekerja sama dengan percetakan, media, dan radio. Itu modal bagi paham apapun untuk bisa masuk dan tumbuh berkembang di sini.

Muhammadiyah sering di identikkan dengan Wahabi. Apakah berdirinya Muhammadiyah juga bagian dari proyek Wahabi di Indonesia?

Kita tidak bisa mengatakan seratus persen seperti itu. Tapi yang bisa kita buktikan memang kiblat dari mayoritas pengikut Muhammadiyah itu adalah mazhab Ahmad bin Hambal, sebagaimana Wahabi.

Dan madzab ini pusatnya di Arab Saudi. Tapi saya melihat tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan itu masih belum sampai bercorak Wahabi melainkan lebih tepat ke pengikut Hambali. Sebab, Ahmad Dahlan sangat toleran, berbeda dengan ciri-ciri Wahabi (yang tidak toleran kepada mazhab Islam lainnya).

Bagaimana dengan HTI, JI, NII, Ikhwanul Muslimin, dan PKS yang disebut-sebut berideologi Wahabi?
Wahabi berbeda dengan Ikhwanul Muslimin. Bahkan keduanya berpolemik dalam banyak permasalahan. Demikian juga dengan Hizbut Tahrir. Bahkan, HTI dan Ikhwanul Muslimin dikafirkan oleh pengikut Wahabi.

Apakah masuknya gerakan Wahabi ke Indonesia membawa misi untuk penguasaan politik dan ekonomi, sama halnya di Afghanistan dan Arab Saudi?

Menurut Mohammed Arkoun (pemikir Islam kontemporer Maroko), dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia akan menjadi negara Islam terbesar dan terkuat dunia. Nah, tidak menutup kemungkinan, dikirimnya virus-virus paham ekstrem itu ke Indonesia bertujuan untuk menghancurkan negara ini hingga tinggal nama saja. Virus itu memang sengaja disebar dan disuntikkan untuk melumpuhkan kebesaran bangsa ini.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

stepping stone batu pijakan masjid jami

stepping stone batu pijakan masjid jami, desa tegalsari, jetis, ponorogo. ada sejak abad 18. masjid ini dibangun oleh kyai ageng mohammad besari yang merupakan guru ngaji ketika RNg. ronggowarsito menjadi santri di pesanten ini.

(di-edit 7
 juni 2010 atas pertanyaan pak kyai mamik roesdiatmo via inbox tentang "batu bancik" ini yg pertanyaanya kurang lebih ttg bancik kenapa posisinya yang tidak indah dipandang mata dan terkesan asal letak dan tidak cocok dgn materi masjidnya?)

Ini bukan tidak mempunyai maksud tertentu tentang arti letak dan posisinya atas batu pijakan istimewa ini. Batu pijakan di depan masjid ini bukan sebuah 'batu kosong' seperti pada umumnya batu-batu dari alam pada umumnya tetapi 'batu' istimewa ini – biasanya - diambil dari sebuah tempat angker, punden, atau bagian dari sebuah artifak atau situs atau candi atau bahkan sebuah arca utuh yg ditanam di depan masjid sebagai perlambang 'agomo' telah mengalahkan 'tradisi sesat' pada jaman atau saat itu pada medio tahun 70-80an. Dalam bahasa setempat batu itu disebut “ watu bancik” atau tempat “ancik-ancik” atau tempat menongkrong atau batu pijakan.

“Sesembahmu aku jadikan cuma sebagai pijakan bagi setiap orang yg akan masuk masjid”.

Mungkin begitu kira-kira pesannya. Karena pada saat itu juga hingga kini masih banyaknya ‘laku’ warga desa setempat mendatangi punden atau artifak kuno atau tempat angker lainnya dengan maksud yang tidak sinkron dengan ajaran suci. Maka para agamawan memilih jalur terjal ini meski jalur itu merusak arti sebuah potret kehidupan masa lalu atas sebuah peradaban Jawa (khususnya).

Bertranspormasinya sebuah benda dari “barang wingit” menjadi “barang sepolo” atau barang kecil tak bermakna ini berlangsung di desa-desa di seluruh wilayah Wengker (nama kuno untuk kota Ponorogo atau suatu wilayah yang terletak di antara dua gunung yaitu pada sisi barat gunung Wilis dan sisi timur gunung Lawu. Wengker adalah tempat yang angker dan wingit, Wengker dari kata Wono Angker atau hutan angker.

Sepertihalnya nasib lambang Mojopahit suryo sumunar (lambang burung Garudanya kraton Mojopahit) yang di boyong dari kraton Majapahit dan sekarang ditempel di dinding masjid Demak. Artinya bahwa Demak telah mengalahkan Majapahit.

Transformasi tidak berhenti pada batu candi, arca atau lainnya tetapi juga termasuk pohon-pohon besar khususnya ditempat mata air yang , lagi-lagi, di sebut tempat angker yang ditakuti warga desa di mana pohon-pohon besar itu ditebang dan kayunya dipakai untuk bahan bangunan sebuah masjid. Sampai di sini tidak masalah seandainya saja yang berani menebang itu ya berani untuk menanam. Tetapi apa ya mungkin, kalau aktifitas menebang itu adalah lambang kemenangan apakah mereka akan memberikan kembali kemenangannya itu pada pihak yang dikalahkan. Tidak mungkin bukan? Jadi mereka tidak akan menanam sebuah pohon angker untuk warga desa bukan lagi? Maka akibatnya, sumber air itu menjadi mati. Hilanglah sudah satu anugerah alam dari sang Pencipta.

Inilah tantangan bagi kita umat Islam agar behati-hati dalam setiap membuat setiap langkah dalam upaya menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Jangan sampai dalam menegakkan hukum itu justru dengan cara melanggar hukum.

Padahal menjadi khalifah di bumi itu tak terlepas dari baik buruk. Terserah pada pribadi seseorang mau menjadi khalifah yang baik atau khalifah yang buruk yang tidak atau belum paham atau sadar akan arti sejarah sebuah peradaban dan lingkungan.

Sebagai wong cilik dan punya ilmu tapi itu cuma “ngelmu-nya wong ngarit” saya cuma bisa menyaksikan dan mendokumentasi sambil belajar sejarah agar saya pribadi bisa mengambil hikmah.

Sambil berharap agar ke depan para pejuang amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak datang ke suatu kawasan hanya menawarkan dagangan yang berupa “surga dan neraka” tetapi juga ilmu alam, ilmu sejarah dan peradaban ,informasi tehnologi serta ilmu pertanian terapan yang berguna dalam mengurangi ke-fakiran yang selalu identik dekat dengan ke-kafiran.

Di mata pandangan batin saya, khalifah yang baik itu ya selain membawa ajaran suci tetapi ya mau menaburkan benih-benih tanaman di atas bumi dengan tidak asal potong ‘peh’ mereka berani melakukan. Memberi contoh itu yang saat ini bisa menyejukan, masarakat butuh seorang pembimbing lahir batin.

Di desa-desa sabuk gunung khususnya di daerah Plaosan, Magetan Jatim sisi timur gunung Lawu saat itu banyak ditemui situs, artifak, candi atau arca purbakala yang ‘dihancurkan’ dengan mengatas-namakan demi satu tujuan yakni menerangi daerah gelap.

Sisa-sia arca purbakala yang banyak ditemui di lereng-lereng gunung sekarang sudah lenyap yang sebagian besar bernasib menjadi batu bancik dan hilang begitu saja karena orang tidak tidak mau atau peduli kalau hanya menjaga atau melestarikan sebuah bancik atau membela pohon besar angker yang meupakan sebuah pekerjaan tidak bergengsi.

Situs, artifak dan arca-arca itu hanya bisa dijumpai lewat cerita-cerita ‘orang kuno’ yang saat ini jumlahnya otomatis sudah tidak banyak lagi.

Sebuah harga mahal atas perjalanan sebuah sejarah.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

HUBUNGAN BOROBUDUR DG NABI SULAIMAN......

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. 

Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan 
Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut.

Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran.

Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu.

"Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.

"Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'.

Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia.

Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya.

Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya.

Wallahu A'lam.
http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

HABIB SYECH ABDUL QODIR ASSEGAF

 Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo), be
rawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.

Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.

Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.

Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama'ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .

Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.

Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba'da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum'at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.

Jangan hanya main band meniru dan mengidolakan gaya orang-orang kafir, tapi Nabi sendiri tidak pernah ditiru dan dipuji puji! Sudah saatnya bersholawat, menjunjung, memuji dan meniru Nabi Muhammad SAW agar memperoleh syafaatnya dan beliau mengakui kita sebagai umatnya, karena percuma saja kita yg mengaku ngaku umatnya, tapi tidak pernah bersholawat.
http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

SEJUTA WAHABI BERTAUBAT ( kutipan teman fb )

 Sejak masih kecil, saya sering menjadi korban wahabisasi (baca : tauhidisasi). Itu terjadi di era tahun 80-an. Masih lekat dalam ingatan saya, beberapa teman mengaji di surau rajin mengikuti keb
aktian mingguan (baca : dauroh) atau perjamuan kudus di sebuah tempat

Tiap kali mereka pulang, selalu membawa selebaran yang berisi kecaman terhadap amalan-amalan sunnah seperti ta
wassul, tabarruk dan tentunya tak ketinggalan pula maulid dan tahlil

Waktu itu, saya kurang paham dengan isi dari selebaran tersebut, namun secara garis besar saya dapat mengambil kesimpulan bahwa intinya semua amalan tersebut di atas adalah keliru besar karena dinilai tidak nyunnah

Dulu, seingat saya, wahabi tidak seperti sekarang ini. Mereka sangat anti terhadap selain al qur’an dan hadits shohih. Pokoknya harus qolalloh atau qola rasululloh. Hadits yang tidak shohih, qaul sahabat, tabi’in, imam madzhab semua ditebas habis

Dalam hal super-antipatinya terhadap dalil Al Qur’an dan hadits shohih, ada kemiripan antara wahabi dengan LDII. Mungkin karena sama-sama dari Saudi.

Di samping itu kemiripan mereka juga terdapat pada masalah kepemimpinan amir (LDII) atau yang dikenal sebagai Sang Madigol. Hanya saja Sang Madigol yang ini tak perlu proses bai’at

Bila dalam LDII Sang Madigol adalah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol Domestic) maka dalam wahabi Sang Madigol adalah Muhammad bin Abdul Wahab (Sang Madigol Impor).

Kemiripan ini berdasarkan hal anggapan ma’shum pada mereka. Kemiripan seperti ini juga dapat kita jumpai pada syi’ah (lazim disebut imamah)

Namun dalam perjalanannya, wahabi sungguh berbeda dengan LDII. Melalui proses berguru secara tak langsung pada ulama ahlussunnah (melalui berbagai diskusi) akhirnya lambat laun mereka mulai bisa menerima qoul shahabat, tabiin serta para imam mujtahid. Ini langkah taubat yang pertama bagi mereka

Proses taubat ini juga tampak pada masalah qur’an dan hadits. Bila dulu mereka suka berteriak kembali pada Qur’an dan Hadits secara murni, gak usah pake tafsir-tafsiran, kini Alhamdulillah mereka sudah mau mengkaji tafsir dan menukil perkataan para mufassir. Slogan mereka pun sekarang berbeda, Al Qur’an dan Hadits sesuai pemahaman salaf sholih

Kalau boleh saya simpulkan, para wahabi ini secara tak langsung adalah murid-murid dari para aswaja. kalaupun mereka tak mengakuinya itu sangat wajar. Para aswaja cukup berbesar hati menerima semua ini

Dulu, mereka suka bilang, Islam itu tidak bermadzhab karena madzhab adalah bentuk pengkotak-kotakan Islam. Kini Alhamdulillah mereka sudah mengaku bermadzhab (simak ucapan Ustadz Firanda Andirja dalam launching buku Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah yang sudah diunggah ke youtube)

Sekali lagi Alhamdulillah, wahabi mulai menapak kebenaran. Namun kebenaran yang coba mereka tempuh, bukan tanpa resiko. Perbedaan faham antara mereka mulai tampak.

Ada yang menamakan sekte yamani, turotsi, hingga sekte perjuangan

Di antara sekte-sekte yang ada, yang akan mendapat kebenaran tentunya yang terlebih dahulu melepaskan diri dari bayang-bayang Sang Madigol Nejd , insyaallah. Kita doakan semoga Allah memberikan taufiq kepada seluruh muslimin

Tugas yang tidak ringan bagi para pembela ahlussunnah wal jamaah, karena berhadapan dengan ‘murid-murid’ yang suka mengecam mereka. Namun para ulama’ kita telah terbiasa menghadapi badai fitnah.

Mereka tak pernah menaruh dendam kesumat. Tiap hari mereka senantiasa mendoakan kebaikan bagi seluruh muslimin tanpa memilih yang wahabi atau aswaja. wahabi atau keluarga para wahabiyyin yang meninggal dalam keadaan beriman pun turut didoakan tanpa mengingat-ingat kesalahan merekahttp://mp3pituturluhur.blogspot.com/

SEJARAH WAHABI.........POLITIK INTERNASIONAL...

SEJARAH WAHABI.........POLITIK INTERNASIONAL...

Meskipun Ibn Abdul Wahhab dianggap sebagai Bapak Wahabisme, sebenarnya Kerajaan Inggrislah yang membidani kelahirannya. Inggris merekayasa Ibn Abdul-Wahhab sebagai Imam dan Pendiri Wahabisme. 

Tujuannya tak lain adalah untuk menghancurkan Islam dari dalam dan meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah yang berpusat di Turki.

(Bukankah cara ini juga dilakukan 
Belanda ketika mereka menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia? Melalui “dakwah” Snouck Hurgronje yang telah belajar lama di Saudi Arabia, Belanda akhirnya berhasil membuat seluruh kerajaan Islam jatuh di tangannya, kecuali Aceh.

Salah satu provokasi Snouck yang menyamar sebagai seorang ulama Saudi adalah menyebarkan keyakinan bahwa hadis Cinta Tanah Air–Hubbul Wathan minal Iman–adalah lemah! Dengan penanaman keyakinan ini diharapkan Nasionalisme bangsa Indonesia hancur, dan memang akhirnya banyak pengkhianat bangsa bermunculan.)

Adalah Hempher–seorang misionaris Inggris yang ditugaskan melakukan kegiatan spionase di Mesir, Irak, Iran, dan Hidjaz di Istanbul, pusat kekhalifahanhttp://www.blogger.com/img/blank.gif (Islam)– yang berhasil memengaruhi Ibn Abdul Wahhab muda selagi di Basra, Iraq. Hempher menyamar sebagai seorang muslim dengan nama Muhammad.

Dengan kelihaiannya, ia menjalin persahabatan dengan Ibn Abdul Wahhab dalam waktu yang relatif lama. Hempher tak segan memberi uang dan hadiah-hadiah lainnya dalam rangka mencuci-otak Ibn Abdul-Wahhab. Ia juga mengatur pernikahan mut’ah bagi Ibn Abdul Wahhab dengan 2 agen spionase wanita Inggeris yang sedang menyamar.

Wanita pertama adalah seorang wanita beragama Kristen dengan panggilan Safiyya. Wanita ini tinggal bersama Ibn Abdul Wahhab di Basra. Wanita satunya lagi adalah seorang wanita Yahudi yang punya nama panggilan Asiya. Mereka menikah di Shiraz, Iran.

Hempher berhasil meyakinkan Ibn Abdul Wahhab bahwa orang-orang Islam telah melakukan penyimpangan yang berbahaya, telah keluar dari prinsip-prinsip Islam yang mendasar, telah melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah dan syirik karena itu mesti dibunuh.

Demi mendapatkan antusiasme Ibn Abdul Wahhab, Hempher juga membual dan mengatakan bahwa dia bermimpi Nabi Muhammad Saw mencium kening (di antara kedua mata) Ibn Abdul Wahhab. Dikatakannya bahwa Ibn Abdul Wahhab akan jadi orang besar, serta memintanya untuk menjadi orang yang dapat menyelamatkan Islam dari berbagai bid’ah dan takhayul.

Karuan saja Ibn Abdul Wahhab jadi ge-er dan mabuk kepayang (wild with joy), juga sangat terobsesi dan merasa bertanggung jawab untuk melahirkan suatu aliran baru yang bertujuan memurnikan dan mereformasi Islam.

Padahal, dalam memoarnya, Hempher menggambarkan Ibn Abdul-Wahhab sebagai orang yang berjiwa “sangat tidak stabil” (extremely unstable), “sangat kasar” (extremely rude), “berakhlak bejat” (morally depraved), “selalu gelisah” (nervous), “congkak” (arrogant), “dungu” (ignorant), dan “bertipikal bebal” (typical fool).
http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

Senin, 27 Agustus 2012

NUSANTARA KITA DALAM PANDANGAN NABI MUHAMMAD

Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam

Di dalam Sejarah Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah menyuruh para sahabat untuk berda
kwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari.

“…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda Nabi: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin samudera namanya.

Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (menyediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu“….

Kaum sejarawan Melayu memperkirakan negeri samudra yang dimaksud adalah Kerajaan Samudra Pasai (Sumber : Nama Sumatra Telah Dikenal Sejak Zaman Rasulullah, Kedatangan Islam dan Penyebarannya di Indonesia), namun pendapat ini bukan tidak ada kelemahan, hal ini dikarenakan Kerajaan Samudra Pasai baru muncul 600 tahun setelah wafatnya Rasulullah.

Muncul dugaan negeri yang dimaksud adalah sebuah negeri maritim yang dikelilingi samudra, yang mencapai masa ke-emasan sekitar 50 tahun setelah wafatnya beliau, yang dikenal dengan nama Sriwijaya.

Sriwijaya dan Dakwah Islam
Terlepas apakah memiliki hubungan dengan keberadaan Hadis Rasulullah maupun tidak, Nusantara (yang merupakan daerah dikelilingi Samudra), telah dijadikan lahan dakwah, di masa ketika Rasulullah masih hidup.

Hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya nisan Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur), yang diperkirakan merupakan salah seorang sahabat Rasulullah.

Dan ketika negeri maritim, (Sriwijaya) muncul, dakwah Islamiyah semakin di-intensifkan lagi. Salah satu bukti tertulis, adalah ditemukannya surat, yang berisikan korespodensi antara Raja Sriwijaya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pada sekitar tahun 100H (Sumber : Sriwijaya Pintu Masuk Islam ke Nusantara).

Sekitar tahun 1993, Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan).

Di dalam sejarahnya, Palembang banyak melahirkan Ulama dan Para Wali ALLAH. Telah sama kita pahami, saat berdiri Kerajaan Demak (Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa), yang menjadi sultan pertama adalah putera kelahiran Palembang, yang bernama Raden Fatah (Sumber : Palembang dari nama Cina, menjadi negeri Darussalam).

Selain itu Palembang merupakan daerah yang untuk pertama kalinya diterapkan undang-undang tertulis yang berlandaskan syariat Islam bagi masyarakat Nusantara. Hal tersebut sebagaimana tercantum di dalam kitab Simbur Cahaya, yang disusun oleh Ratu Sinuhun (Sumber : Ratu Sinuhun, Feminis Nusantara dari abad ke-17M).

Di sekitar Palembang, pada sekitar tahun 1650 M (1072 H), di pelopori Syech Nurqodim al Baharudin (Puyang Awak), pernah berkumpul sekitar 50 alim ulama dari berbagai daerah, seperti dari Kerajaan Mataram Islam, Pagaruyung, Malaka dan lain sebagainya, yang menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya memunculkan perluasan dakwah Islam di Nusantara (Sumber : Mengapa Nederland disebut Belanda).

Dan di daerah ini juga melahirkan seorang ulama terkemuka Syech Abdul Shomad Al Palimbani (1704-1789), yang merupakan Ulama Melayu yang paling menonjol di abad ke-18M.

Melalui karyanya fi Fadha’il Al-Jihad, telah menjadi sumber utama berbagai karya tentang jihad dalam Perang Aceh, selain itu beliau juga diketahui menulis beberapa surat, kepada Para Penguasa di Nusantara, untuk melakukan perang suci terhadap kaum kolonial. (Sumber : Abdus Samad al-Palimbani).

Dan daftar nama akan semakin panjang, apabila Para Ulama dan Wali ALLAH yang berasal dari wilayah lain (di luar Palembang Darussalam) di-ikut sertakan, seperti : Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaka dan lain sebagai-nya (yang dahulunya juga termasuk di dalam Kedatuan Sriwijaya).

Mungkinkah Negeri Samudra, yang dimaksud Rasulullah adalah Sriwijaya, yang berpusat di sekitar Sungai Musi ?

WaLlahu a’lamu bishshawab

Catatan :
1. Ahli Sejarah, biasanya meng-informasikan…

- Rasulullah wafat, sekitar tahun 632 M…
- Sriwijaya berdiri, sekitar tahun 500 M s.d 670 M,
- Samudra Pasai berdiri, sekitar tahun 1267 M…

Sriwijaya yang usianya 600 tahun lebih tua daripada Samudra Pasai, logisnya tentu lebih dahulu memeluk Islam…

Untuk sama dipahami, di wilayah Aceh sebelum Kerajaan Samudra Pasai, kita mengenal keberadaan Kerajaan Jeumpa, dan dipesisir Barat pulau Sumatera, kita mengenal Kota Pelabuhan Barus…

Kemungkinan wilayah Jeumpa, Barus dan Sriwijaya merupakan negeri-negeri awal masuknya Islam di Nusantara (silahkan kunjungi : Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara)…

Akan tetapi, dari ketiga negeri ini, yang dikenal memiliki wilayah yang cukup luas dan disebut sebagai Nagara Maritim (Samudra) terbesar adalah Kerajaan Sriwijaya…

2. Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 M sesuai dengan catatan I Tsing, sementara dari Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 M diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa.

Diperkirakan pada sekitar tahun 500 M, akar cikal bakal Kerajaan Sriwijaya sudah mulai berkembang di sekitar wilayah Bukit Siguntang.

Dan masa ke-emasan Sriwijaya, sebagai negara maritim terbesar di Asia Tenggara, terjadi pada abad ke-9 M. Pada masa itu, Sriwijaya telah menguasai di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

Sriwijaya juga men-dominasi Selat Malaka dan Selat Sunda, yang menjadikan-nya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal.
http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

ULAMA NU YG BIKIN SEKOLAH DI MEKAH TP AKHIRNYA DI AMBIL ALIH PEMERINTAH SAUDI (wahabi )....

Kiai Muhaimin tercatat salah seorang pengajar di Masjidil Haram. Menunjukkan otoritas keilmuannya diakui. Dia antara muridnya, Kiai Umar Blora, Mak
kah.

Di Makkah Kiai Muhaimin pernah memimpin Darul Ulum, pusat dakwah dan pendidikan (madrasah atau jam’iah) berhaluan Ahlus Sunnah Wal Jamaah sebagai Rois Jam’iyyah. Termasuk pengajar atau guru besarnya antara lain Sayid Ali Al-Maliki Mufti Makkah.

Pada mulanya Madrasah Darul Ulum didirikan oleh Sayid Muchsin Musana Palembang pada tahun 1927. Sepeninggal Kiai Muhaimin, Mudir Darul Ulum dipimpin oleh Syaikh Yasin Al-Padani, seorang ulama besar Makkah yang terutama sejak tahun 80’an sampai akhir hidupnya amat terkenal dan disegani menjadi rujukan hukum dan sumber restu ulama NU di Indonesia.

Untuk membedakan 2 nama Yasin, Kiai Muhaimin memberi nama 1. Syaikh Yasin (Al Padani), 2. Ustadz Yasin (Palembang). Dalam riwayat yang masyhur, memang guru Syaikh Yasin Al Padani antara lain :1. Kiai Ma’shoem Lasem, 2. Kiai Baidlowi Lasem.

Di antara murid di Madrasah Darul Ulum Makkah masa dipimpin Syaikh Yasin adalah Syaikh Mur’i, kini Mudir Universitas Darul Ulum, Hudaidah, Yaman. Yang banyak memberi beasiswa mahasiswa asal Indonesia.

Lulusan Darul Ulum Makkah yang diasuh Kiai Muhaimin banyak yang menjadi ulama besar. Tersebar di Makkah, Indonesia dan Yaman yang memerlukan keuletan melacaknya, karena mereka berdomisili di berbagai Negara.

Termasuk Kiai Basyuni ayah mantan Menteri Agama RI dan Kiai Dahlan Makkah asal Kediri. KH.Maimun Zubair Pengasuh Pesantren Al Anwar Sarang mengaku alumni Darul Ulum waktu belajar di Makkah, masuk tahun 1950, disampaikan saat ceramah walimah pernikahan di rumah KH.A.Rozzaq Imam Bonang Lasem besanan dengan Kiai Siraj Makkah. Menjadi menantu Kiai Baidlowi dari Nyai Fahimah putrinya, dikaruniai anak antara lain Gus Ubab dan Gus Najih.

Ayahnya, Kiai Zubair lahir tahun 1885. Leluhurnya Buju’ Su’ud Desa Klampis Arosbaya Bangkalan Madura. Bukan yang Bindere Su’ud di Sumenep.

Sayang dalam perjalanannya kemudian Darul Ulum yang didirikan dengan susah payah penuh suka duka oleh Kiai Muhaimin dan dilanjutkan oleh Syaikh Yasin Al-Padani, kelahiran tahun 1335 Hijriah, setelah kepemimpinan mereka mungkin karena pengelolaannya kurang terurus, menjadi tidak berkembang dan maju, sehingga diambil alih oleh Pemerintah Saudi Arabia dari Dinasti Su’udiyyah yang beraliran Wahabi, termasuk mengambil alih perpustakaannya yang memiliki banyak koleksi kitab-kitab penting.

Darul Ulum pun turun drastis kompetensi keilmuannya, mengikuti persamaan tingkat dasar. Berubah menjadi sekolah umum (kurikulum nasional), mulai dari tingkat MTs sampai jenjang berikutnya. Seperti halnya Ash-Sholatiyyah meski tetap dipegang swasta. Begitu juga Al-Falah, namun dikelola masyarakat Arab di Makkah.


Menurut Syaikh Shodiq bin Muhammad bin Hasan Asy’ari ahli sejarah murid Syaikh Yasin Al-Padani seperti juga Kiai Hasan Iraqi Sampang saat hidup Kiai Muhaimin masih berusia 9 tahunan, Kiai Muhaimin salah satu ulama besar Makkah asal Jawa terkenal alim. Menurut Kiai Maimun Zuber, sebagai contoh barometer kefaqihan Kiai Muhaimin adalah kemampuannya mendirikan dan memimpin Raudlatul Munadzirin, suatu lembaga bahtsul masail satu-satunya yang paling prestisius di kalangan ulama Makkah, pesertanya terutama diikuti semua ulama asal Asia Tenggara seperti Indonesia, Campa, Patani, Mindanao dan Malaya.

Diantara anggotanya, Kiai Zubair, ayah KH.Maemun Zubair. Keputusan bahtsul masail Raudlatul Munadzirin memiliki bobot inlektualitas keagamaan yang tidak diragukan.

Kumpulan keputusan bahtsul masail Raudlatul Munadzirin yang telah ditashih oleh Kiai Muhaimin selaku Pimpinan Darul Ulum menjadi ensiklopedi hukum ijma’ yang tidak ternilai.

Seperti yang pernah disampaikan oleh seorang narasumber dalam sebuah halaqah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin, Leteh, Rembang, pimpinan KH Musthofa Bishri atau Gus Mus.

Namun sangat disayangkan, koleksi kitab karya Kiai Muhaimin selama hidupnya memimpin Darul Ulum termasuk Raudlatul Munadzirin, hingga sekarang belum ditemukan.

Di Makkah, Kiai Muhaimin pernah menulis risalah tentang bedug dan kentongan menurutnya perlu dipertahankan. Sayyid Ali Mufti Makkah saat itu awalnya sempat marah membaca sekilas risalah tersebut, karena menganggapnya bid’ah.

Risalah tersebut berdasarkan sumber Al-Quran, Al-Hadits dan Kaidah Ushul Fiqh yangh jelas. Kiai Muhaimin juga menguraikan latar belakang filsafat Jawa, bahwa bedug ditabuh di masjid berbunyi deng..deng pertanda ruangan masjid masih cukup untuk sholat berjamaah, kentongan dipukul di musholla berbunyi tong..tong…memberi isyarat musholla masih kosong menunggu jamaah datang.

Pendapatnya berbeda dengan KH.Hasyim Asy’ari. Namun di Pesantren Tebuireng DULU KITA menyaksikan sendiri masjid lama Tebuireng menggunakan bedug. KH.Hasyim Asy’ari adalah ulama yang sangat terkenal kealimannya.

Terutama ahli hadits. Peletak dasar aswaja di tubuh NU dengan mengarang Kitab Qanun Asasi. Kealimannya salah satunya dapat dilihat dalam polemik fiqh seringkali menyampaikan pendapatnya berimprovisasi dalam bentuk syair atau perlambang dalam bahasa arab secara isti’jal atau spontan.

Sehingga konfliknya tidak diketahui/ difahami masyarakat awam. Sayang Kitab Diwan Hasyim Asy’ari berupa kumpulan syi’irnya itu sampai sekarang dicari belum ditemukan. Keindahan dan kemampuan mengungkapkan pendapatnya jarang dimiliki ulama lainnya. Mengingatkan kita dengan Diwan Asy-Syafi’I dan Diwan Ali, walaupun yang menulisnya bukan Sayyidina Ali RA sendiri.

Kiai Muhaimin banyak menyelamatkan kitab madzhab Imam Syafii. Di tengah gencarnya Pemerintah Saudi Arabia menarik peredaran kitab yang dianggap menyimpang dari ajaran Wahabi kemudian membakarnya.

Di antara kitab Kiai Muhaimin tertera tandatangannya menjad koleksi Perpustakaan Tebuireng. Menurut H Ishaq bin Kiai Masykuri, ayahnya santri Kiai Muhaimin saat boyong dari Makkah naik kapal laut membopong kitab sebagian koleksi Darul Ulum.

Sampai di rumahnya di Lasem ditumpuk, banyaknya sampai penuh di beberapa lemari besar. Kondisi kitabnya bolong-bolong, sekarang kitabnya sudah tidak ada. Dahulu yang telaten sempat meneliti adalah KH.A.Hamid Baidlowi. Menurut Kiai Maimun Zuber, kitab-kitabnya dimakan lenget, kutu buku.

Jasa Kiai Muhaimin dalam sejarah yang tidak bisa dipungkiri adalah perannya di Raudlatul Munadzirin Makkah menghasilkan kader ulama unggulan yang menguasai referensi karya keagamaan klasik yang mampu menjawab dan memformulasikan persoalan-persoalan ummat dalam proses pengambilan hukum Islam.

Telah mewarisi tradisi keilmuan bahtsul masail. Kegiatan keilmuan menjadi hidup atau kondusif. Kegiatan diskusi ilmiah tersebut juga terkenal di Indonesia, memberi sumber inspirasi. Gemanya meluas, di lingkungan pondok pesantren dan NU.

Sehingga menjamur, berdiri bahtsul masail-bahtsul masail. Tsamrotur Raudlah, hasil2 Keputusan Raudhatul Munadzirin (Taman Cendikiawan) pernah diterbitkan dan didapatkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri dan Majma’ Buhuts Nahdhiyyah, Jateng.

Kitab Tsamrotur Raudlatusy Syahiyah memuat kumpulan jawaban permasalahan penting fiqh Madzhab Syafi’I dari pelajar Indonesia selama muqim di Makkatul Mukarromah antara lain Masykuri Lasem, Jarir bin Ismail Karang Anyar, Wazir bin Umar Bojonegoro, Abdul Jalil bin Abdul Hamid Juwana, Umar bin Abdurrahman Demak, Dahlan bin Kholil Jombang, Alawi bin Abdullah Demak, Muslih Afindi bin Dahlan Kudus, Abu Syuja’ bin Munawar Kediri, Mushtofa bin Nur Salim Rembang di bawah naungan Raudlatul Munadzirin dengan ta’ayyid dan tasyji’ oleh Asysyaikh Al Alim Al Allamah Al Ustadz Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz Lasem.

Ulama Makkah yang hidup masa itu antara lain Syaikh Adnan, Syaikh Muhammad Bakir, Syaikh Mukhsin Almusawa, Syaikh Umar Hamdan, Syaikh Ali Almaliki, dan Syaikh Mukhtar Ath-Thoriq.

Menurut KH Maemun Zubair, andaikan tidak ada Kiai Muhaimin NU tidak akan sekuat itu, karena Makkah merupakan pusat Islam Dunia termasuk NU masa itu.

Pasca diterimanya (success story) usul Komite Hijaz oleh Pemerintah baru Saudi Arabia agar memberikan kebebasan mengamalkan Madzaahibul Arba’ah bagi muqimin Makkah, maka kiprah Kiai Muhaimin dan komunitas Indonesia di Makkah membuktikan (secara life) ajaran Ahlussunnah wal Jamaah berdasarkan Madzahibul Arba’ah yang diusung Komite Hijaz cikal bakal NU begitu dinamis, aktif dan moderat.

Bahkan peranan istrinya, Nyai Khairiyyah (Syekh Sodiq menyebutnya Syaikh Khairiyah) ikut mengantar fase awal berdirinya Daulah Su’udiyyah dalam bentuk model praktis serta visi misi emansipasi penddidikan wanita Arab.

Dengan mendirikan Madrasah Banat yang pertama di Makkah tahun 1942. Menurut H.Aboebakar dalam bukunya, Nyai Khairiyyah selama 9 tahun mendirikan dan mengajar di Madrasah Wanita termasyhur di Syamiyyah, Makkah.

Kiai Muhaimin membantu Nyai Khairiyyah Hasyim, istrinya, mendirikan Madrasah Kuttabul Banat. Sejarah mencatat, madrasah khusus wanita yang pertama di Makkah. Gerakan keduanya yang visioner terobosan besar bagi kemajuan pendidikan. Telah memperjuangkan emansipasi wanita di bidang pendidikan. Jiwa kepeloporan yang teramat langka dan tidak lazim pada zaman itu.

Kontribusi yang besar tersebut tentu menggembirakan pemerintah dan warga Saudi Arabia atas jasa-jasanya itu. Semoga hubungan sejarah tersebut dapat membantu mempererat hubungan Indonesia-Saudi Arabia.

Beberapa Madrasah Banat kemudian bermunculan di Makkah, antara lain Jam’iyah Khoiriyah University khusus wanita didirikan oleh Hj.Aminah Syaikh Yasin Al Padani.

Bahkan juga di Makkah terdapat lembaga PKK dengan nama Jam’iyyatul Khoiriyah yang menurut sumber informasi dinisbatkan kepada Nyai Khairiyah, sekarang yang menangani puteri dari Bin Abdul Aziz Malik Faishal keluarga Kerajaan Saudi Arabia yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita yang dirintis Nyai Khairiyah.

Peninggalan Kiai Muhaimin dan Nyai Khairiyyah berupa Madrasah Darul Ulum termasuk di dalamnya terdapat qismul banat yang kemudian menjadi Madrasah Kuttabul Banat sampai tahun 1955 kemudian beralih status menjadi madrasah negeri atau dikelola oleh negara (Pemerintah Saudi Arabia) hingga sekarang.

Kiai Muhaimin di samping alim, mengkader, di Makkah juga suka menolong orang lain. Sebagai tokoh yang dituakan, banyak membantu biaya hidup santri asal Indonesia yang sebagian besar serba berkekurangan, hidup pada masa penjajahan.

Antara lain yang banyak dibantu, Kiai Wahib Wahab Jombang, Kiai Zaini bin Abdullah kakak kandung Kiai Hamid Pasuruan dan Kiai Bishri Musthofa, setelah kembali ke Rembang berhasil menjadi ulama besar dan produktif mengarang kitab.
http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

Minggu, 26 Agustus 2012

RHOMA IRAMA GANDENG NU & MUHAMMADIYAH BIKIN FAHMI TAMAMI............

Musisi kondang sekaligus mubaligh, Rhoma Irama, diprediksi akan menjadi Ketua Umum Forum Silaturrahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami), sebuah ormas Isl
am yang dibentuk untuk melindungi masjid dan mushola dari intervensi faham Wahabi Salafi dan perpecahan umat Islam.

“Pada April 2012 nanti Fahmi Tamami akan resmi dideklarasikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta,” ujar Rhoma Irama dihadapan ribuan santri dan umat Islam serta tokoh masyarakat pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Pondok Pesantren (PP) Daarul Rahman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,Ahad (18/3). Peringatan juga dihadiri Menag Suryadharma Ali dan sejumlah ulama dan habaib.

Rhoma Irama menjelaskan, dirinya tergerak untuk membentuk Fahmi Tamami setelah mengetahui banyak Masjid dan Mushola bahkan Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi milik Muhammadiyah, NU dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ingin dikuasai kelompok Wahabi yang sering membidahkan bahkan mengkafirkan sesama umat Islam.

“Saya telah telephone KH Hasyim Muzadi, Prof Dr Din Syamsuddin dan Dr Tarmizi Taher, jawaban semuanya membenarkan kalau Masjid, Mushola bahkan Rumah Sakit dan PT miliknya ingin dikuasai kelompok Wahabi dan ini harus dicegah, maka didirikanlah Fahmi Tamami,” ungkap Rhoma Irama.

Rhoma Irama menjelaskan, saat ini kondisi umat Islam persis seperti yang digambarkan Rasulullah Muhammad SAW, bahwa umat Islam nanti seperti buih di lautan yang terombang-ambing ombak kesana kemari tanpa adanya suatu persatuan umat meski jumlahnya banyak. Pasalnya, umat Islam takut berjuang bahkan takut bicara yang benar. Perpecahan umat Islam selama ini diakibatkan politik devide et impera dari pihak musuh Islam.

“Jika umat Islam ingin bangkit kembali maka syaratnya ada tiga., yakni menjalin kembali ukhuwah Islamiyah, orientasi hidupnya selalu pada akhirat bukan dunia dan selalu menegakkan amar makruf nahi munkar,” tegas tokoh yang sering dipanggil Bang Haji dan Pemimpin Soneta Group tersebuthttp://mp3pituturluhur.blogspot.com/

CONTOH AMALAN SALAFUNA SHOLIH KURUN TERBAIK 300 TH AWAL ISLAM

Kita bisa melihat bagaimana para Huffadh dan para Imam imam mengirim hadiah pd Rasul saw :

• Berkata Imam Alhafidh Al Muhaddits Ali bin Almuwaffiq rahimahullah : “aku 
60 kali melaksanakan haji dengan berjalan kaki, dan kuhadiahkan pahala dari itu 30 haji untuk Rasulullah saw”.

• Berkata Al Imam Alhafidh Al Muhaddits Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atssaqafiy Assiraaj : “aku mengikuti Ali bin Almuwaffiq, aku lakukan 7X haji yg pahalanya untuk Rasulullah saw dan aku menyembelih Qurban 12.000 ekor untuk Rasulullah saw, dan aku khatamkan 12.000 kali khatam Alqur’an untuk Rasulullah saw, dan kujadikan seluruh amalku untuk Rasulullah saw, ia adalah murid dari Imam Bukhari rahimahullah, dan ia memiliki 70 ribu masalah yg dijawab oleh Imam Malik, beliau lahir pada 218 H dan wafat pada 313H

• Berkata Al Imam Al Hafidh Abu Ishaq Almuzakkiy, aku mengikuti Abul Abbas dan aku haji pula 7X untuk rasulullah saw, dan aku mengkhatamkan Alqur’an 700 kali khatam untuk Rasulullah saw. (Tarikh Baghdad Juz 12 hal 111).http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

JALANYA PERANG JOKO SONGO DI DOPLANG KARANGPANDAN SOLO..........TH 49

Monumen Jokosongo awalnya adalah Makam Pahlawan dari para Tentara Pelajar yang tergabung di Pasukan ALAP-ALAP yang gugur melawan penjajah Belanda pada saat clash ke II t
ahun 1948.

ALAP-ALAP sebenarnya singkatan dari Angudi Leburing Angkoro Penjajah, Amrih Luhuring AnakMonumen Pahlawan Joko Songo
Pada sejarah gugurnya Sembilan Pahlawan Joko Songo di daerah Kecamatan Matesih kabupaten Karanganyar, tidak lepas dari kondisi dan situasi daerah Matesih sebelum dan sesudahnya “Joko Songo” gugur sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa.

Pada saat meletusnya revolusi kemerdekaan Republik Indonesia, munculah bermacam bentuk pasukan untuk melawan penjajah yang antara lain ; Pasukan ALAP-ALAP, Pasukan Garuda, Pasukan Laskar Rakyat, Pasukan Tentara Pelajar dan lain lain.

Pasukan ALAP-ALAP yang sejak clash I telah memperoleh tugas-tugas di medan pertempuran di Mranggen, Alas Tuwo, Genuk, Srondol, Ungaran, Salatiga dan bersama pasukan lain, juga ditugaskan di wilayah Mangkoenegaran dan Kasunanan. Kemudian pada saat itu para pasukan menerima Dekrit Presiden yang menentukan bahwa pertahanan dilaksanakan oleh Tentara Nasional dan Laskar Partikelir dilarang.

Pada saat itulah di ambil inisiatif dari pimpinan Laskar Rakyat dan ALAP-ALAP , untuk menyusun suatu Batalyon 23 Brigade XXIV Divisi IV Surakarta.

Batalyon Brigade 23 kemudian dikenal dengan sebutan Batalyon ALAP-ALAP dan berkedudukan di Gedung Sasono Pustoko Mangkunegara, sedang pasukannya berkedudukan di Suryo Suwitan dan Moyoretno Matesih Karanganyar.

Pada clash ke II Pasukan ALAP-ALAP tersebar di disekitar kota Solo, dalam melawan Belanda yang di wilayah timur keberadaan pasukan tersebut berpusat di Matesih dan Tawangmangu.
Pada tanggal 5 Januari 1949, di daerah Pablengan/Doplang pada jam 15.00 s.d jam 17.00 WIB terjadi pertempuran antara pasukan Tentara Pelajar (TP) dengan kelompok Pasukan Belanda yang sedang patroli dengan kendaraan panser yang memasuki daerah tersebut

Dalam pertempuran itu gugurlah delapan (8) orang Tentara Pelajar yang diantaranya adalah sdr. SOENARTO putra dari Bapak Martoyono Kepala Pasar Matesih, Anggota Staf Logistik Pasukan ALAP-ALAP. Dua hari kemudian dalam pertempuran serupa , gugur lagi serang Tentara Pelajar (TP) yaitu sdr.

WALUYO putra DARI Bapak Lurah Pablengan, pertempuran terjadi di daerah Tawangmangu. Sembilan Tentara Pelajar (TP) yang gugur di Matesih dan Tawangmangu tersebut dimakamkan di Makam Pahlawan Matesih.

Kesembilan tentara pelajar tersebut adalah : LAKTOTO, SOENARTO, MOERJOTO, SLAMETO, ROESMAN, SOEKOTO, SOEPRIYADI, SALAM HASYIM, WALUYO. Karena, kesembilan TP yang gugur tadi kesemuanya masih jejaka maka Makam tersebut kemudian diberi nama MONUMEN JOKO 9http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

PERSOALAN SANAD DLM KEILMUAN AGAMA ISLAM

Mereka berdalil tapi tidak mengikuti pemahaman Jumhur Ulama
Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda… ”barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia me
nyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Akan keluar suatu kaum akhir jaman, orang- orang muda yang pemahamannya sering salah paham.

Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah” (maksudnya: suka berdalil dengan Al Qur’an dan Hadits). Sedangkan Iman mereka tidak melampaui tenggorokan mereka.
Mereka keluar dari agama sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya.

Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu perangilah mereka (luruskan pemahaman mereka).” (Hadits Sahih riwayat Imam Bukhari 3342). Mereka bertanya siapakah yang dimaksud jumhur ulama pada zaman sekarang ?

Jumhur ulama adalah :

1. Para Habib dan Para Sayyid yang mendapatkan pendidikan agama langsung dari bapak, kakek mereka yang terdahulu sampai kepada Imam Sayyidina Ali ra yang mendapatkan didikan langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Segelintir umat muslim mulai melupakan para Habib dan para Sayyid.

2. Ulama para pengikut Imam Mazhab yang empat.

Contoh rantai sanad Imam Asy Syafi’i :
1. Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam
2. Baginda Abdullah bin Umar bin Al-Khottob ra
3. Al-Imam Nafi’,Tabi’ Abdullah bin Umar ra
4. Al-Imam Malik bin Anas ra
5. Al-Imam Syafei’ Muhammad bin Idris ra

Ulama pengikut Imam Mazhab adalah ulama yang mempertahankan rantai sanad ilmu atau sanad guru Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad” .

Al-Hafidh Imam Attsauri~rahimullah mengatakan
“Penuntut ilmu tanpa sanad
adalah bagaikan orang yang
ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203

Pada hakikatnya mereka yang tidak lagi mau mengikuti pendapat atau hasil ijtihad para Imam Mazhab adalah mereka yang memutuskan rantai sanad guru atau sanad Ilmu karena mengikuti hasi ijtihad sendiri atau mengikuti hasil ijtihad ulama mereka yang memahami secara otodidak yang tidak dikenal berkompetensi sebagai Imam Mujtahid.

Memang mereka yang belajar secara otodidak membaca Al Qur’an , kitab tafisr bil matsur, kitab hadits shohih, musnad maupun sunan lalu mereka pun berjtihad dengan pendapat mereka. Apa yang mereka katakan tentang Quran dan Sunnah, pada hakikatnya adalah hasil ijtihad dan ra’yu mereka sendiri. Sumbernya memang Quran dan Sunnah, tapi apa yang ulama-ulama mereka sampaikan semata-mata
lahir dari kepala mereka sendiri.

Kesalahpahaman besar telah terjadi ketika ulama-ulama mereka mengatakan bahwa apa yang mereka pahami dan sampaikan adalah pemahaman Salafush Sholeh.
Jika apa yang ulama mereka pahami dan sampaikan sesuai dengan pemahaman Salafush Sholeh tentu tidaklah masalah namun ketika apa yang ulama mereka pahami dan sampaikan tidak sesuai dengan pemahaman sebenarnya Salafush Sholeh maka pada hakikatnya ini termasuk fitnah terhadap para Salafush Sholeh.

Ditengarai gerakan agar kaum muslim merujuk atau
memahami Al Qur’an dan Hadits dengan akal pikiran masing-masing adalah merupakan ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilakukan melalui pusat-pusat kajian Islam yang didirikan oleh kaum non muslim, orientalis yang dibelakang mereka adalah kaum Zionis Yahudi.

Mereka mengupayakan agar pintu ijtihad dibuka seluas-luasnya. Mereka mendiskreditkan para Imam Mazhab yang empat. Protokol Zionis yang ketujuhbelas …Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para rohaniawan non-Yahudi (contohnya para Imam Mazhab yang empat) dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita.

Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari Kebebasan hati nurani yang bebas dari paham agama telah dikumandangkan diman-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan..

Bagi kaum muslim yang belajar ke “barat” kemungkinan besar akan terpengaruh pola pemahaman (ijtihad) ala paham Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalism yakni pemahaman yang sebebas-bebasnya disesuaikan dengan kebutuhan (pragmatis) dan menyesuaikan dengan keadaan zaman sekarang.

Sedangkan bagi kaum muslim yang belajar ke “timur” kemungkinan besar akan terpengaruh pola pemahaman (ijtihad) ala pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah, ulama Ibnu Qoyyim Al Jauziah atau ulama Muhammad bin Abdul Wahhab yakni pemahaman secara harfiah/dzahir atau apa yang tertulis/tersurat, yang kami katakan sebagai pemahaman. dengan metodologi “terjemahkan saja”. Padahal banyak nash-nash Al Qur’an dan Hadits berbeda antara terjemahan dengan makna.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

KAMPUSKU TEMPO DULU...........(sejarah pp RINGIN AGUNG )

Pada sekitar tahun 1870 M,Hadlrotus Syaikh Imam Nawawi mendirikan sebuah Pondok Pesantren Salafiyyah yang berasaskan Ahlussunah Wal Jamaah yang kemudian bernama Ponpes"Mahir Arriyadl
".Dalam memberi suri tauladan pada masyarakat Syaikh senantiasa mengedepankan sikap dan kpribadihan yang luhur.Dengan berbekal keeguhan hati,niat yang kuat serta tawakkal pada Allah SWT,Beliau memulai mewujudkan cita-cita yang luhurnya mendirikan pondok pesantren dengan membuka lahan di areal alas simpenan yang terkenal keangkerannya.

Keadaan alas simpenan yang dipenuhi pohon-pohon besar mengharuskan Hadlrotus Syaikh Imam Nawawi melakukan penebangan hutan.Seiring dengan penebangan itu seringkali terjadi keanehan-keanehan,diantaranya banyak pohon yang telah ditebang kemudian dikeringkan namun tidak mempan dibakar.Keanehan lain yang membuat para santri heboh adalah adanya pohon beringin yang agung(besar sekali),meski ditebang berulang kali dan batang pohonnya telah putus,akan tetapi sulit untuk di tumbangkan.

Dengan adanya peristiwa itu akhirnya para santri yang ikut andil dalam penebangan alas simpenan bermusyawarah untuk mencari jalan keluarnya.Mereka akhirnya sepakat untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada Hadlrotus Syaikh Imam Nawawi.Salah seorang dari mereka yang bernama Jailani dipercaya untuk menghadap Hadlrotus Syaikh sehubungan dengan kemisteriusan pohon beringin tersebut.Mendengar hal tersebut beliau memutuskan untuk meninjau langsung ketempat kejadian.

Terjadinya peristiwa misterius itu tidak membuat hati beliau goyah dalam cita-cita menyiarkan dinul islam ditengah-tengah masyarakat.Beliau tidak pernah putus asa dalam menghadapi segala ujian dan cobaan.Maka Beliau bermunajat pada Allah SWT dan mohon diberi petunjuk.Akhirnya beliau mendapat ilham agar mengamalkan Sholawat Nabi yang berbunyi:
اللهمّ صلّ على محمّد وسلّم

Setelah mendapatkan ilham tersebut,maka Hadlrotus Syaikh mengajak seluruh santrinya untuk membaca membaca sholawat tersebut bersama-sama.Atas izin Allah pohon beringin tersebut akhirnya tumbang seketika.Dan untuk mempermudah berkumpulnya para santri dalam melakukan shalawat berjama'ah Beliau selanjutnya mendirikan sebuah masjid yang akhirnya dikenal dengan masjid Ringinagung.

Sejak saat itulah Shalawat tersebut dikenal dimasyarakat dengan"Shalawat Ringinagung" .Dengan keistimewaan shalawat tersebut Hadlrotus Syaikh menganjurkan para sntri senantiasa membacanya.Demi menjalankan amanat tersebut,maka hingga saat ini shalawat tersebut tetap menjadi permata berharga yang senantiasa dikumandangkan oleh penerus beliau dan juga santri-santrinya

.Kenyataan tersebut dapat kita lihat dengan adanya rutinitas santri sekarang setiap ba'da maghrib malam jum'at yang berjamaah membaca shalawat Ringinagung di masjid peninggalan Hadlrotus Syakh Imam Nawawi.

Dalam pengetahuan beliau akan ajaran Rosul membuat beliau senantiasa berbuat baik dermawan dan murah hati pada sesama bahkan pada makhluk tak berakal sekalipun tetap arif.semua itu semata-mata sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pondok Pesantren yang beliau dirikan semakin hari semakin maju pesat ,hingga jumlah santri saat itu mencapai 7.000 orang.Beliau mencurahkan tenaga dan pikiran untuk meningkatkan kualitas para santri.Saat itu sebagian orang sulit untuk mendapatkan kehidupan yang layak termasuk para santri.Banyak para santri yang berusaha mandiri dengan bekerja diluar pondok sekedar mencukupi kehidupan sehari-hari sebagai penunjang tholabul ilmi mereka.Kemadirian para santri inilah yang mrupakan ciri khas pondok pesantren Ringinagung yang lestari hingga saat ini.

Syaikh Imam Nawawi yang mengedepankan sifat welas dan asih selalu memberikan tunjangan kepada para santri yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di pondok .Setelah beberapa tahun kemudian,yaitu sesudah tahun 1901 M(setelah pembangunan masjid Ringinagung)Hadlrotus Syaikh Imam Nawawi berpulang kerahmatullah.Para santri dan penduduk merasa kehilangan .Mereka sadar hanya ulama'lah yang menjadi penerus Rosulullah SAW.

Dalam memberantas yang bathil dan menegakkan yang haq.Hadlrotus Syaikh telah tiada namun nama dan jasanya akan dikenang sepanjang masa.
Satu abad sudah Hadlrotus Syaikh Imam Nawawi berpulang keahmatulloh 35 tahun usia beliau,beliau curahkan untuk mengajarkan nilai-nilai luhur islami di pondok pesantren yang beliau dirikan.Beribu rintangan dan cobaan beliau hadapi dengan keteguhan dan kesabaran demi tercapainya cita-cita luhur dalam mencari KeridhoanNya.

Kini setelah semua berlalu kita sebagai pemilik jiwa-jiwa yang gersang dan hati rapuh selayaknyalah untuk bercermin dan mewarisi nilai pekerti luhur yang beliau wariskan.Harapan kita bersama semoga kita dapat mengambil segala hikmahnya demi tercapainya kebahagiaan dan keselamatan dengan ridla-Nya.Semoga beliau yang telah berpulang kerahmatulloh senantiasa dipayungi oleh kasih sayang dan curahan ampun dariAllah SWT.Aamiin yaa robbal'aalamiin.

SEJARAH PERKEMBANGAN

Sekitar tahun 1968 M generasi penerus dari keluarga ndalem mendirikan Madrasah Al-Asna ,yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mahir Arriyadl ,Adapun Madrasah Salafiyah yaitu lembaga pendidikan khusus mendalami ilmu-ilmu agama islam terdiri dari;SP(Sekolah Persiapan)Madrasah Ibtidaiyah,Tsanawiyah,'Aliyah,Musyawirin,yang masing-masing mempunyai sistem,metode,kurikulum,jenjang,

Kalender pendidikan dan kepengurusan tersendiri.Dalam kegiatan belajar mengajar Madrasah Salafiyah selalu mengikut sertakan santri secara aktif guna mempercepat keberhasilan tujuan pendidikan.
Kegiatan yang selalu exsis yaitu;Pengajian kitab-kitab kuning karena penjabaran dari para Mujtahidin dan para 'ulama' salaf tertuang dalam buku-buku teks yang telah teruji(al kutub al-mu'tabarah).

Metode belajar yang digunakan dengan sistem klasikal dalam artian;wetonan,sorogan.dan bandongan.Dan masih ada lagi kegiatan ekstrakurikuler meliputi;Khatabah,Bahsul Masail,Qiroah bit taghonniy dan masih banyak lagi lainnya.

sumber Almanak Pondok Pesantren Salafiyah"Mahir Arriyadl"Ringinagung Keling Kepung Pare Kediri Tahun 2011 M/1432/33 H.http://mp3pituturluhur.blogspot.com/