DAPATKAN! Buku Pitutur Luhur (Rp.5.000) dan CD MP3 Pitutur Luhur oleh Ustadz Parsono Agus Waluyo ( Karangpandan, Solo - Indonesia

Kamis, 06 September 2012

Tahlil untuk apa ?


Tahlil untuk apa ?

?

AssWrWb. Gus saya ingin bertnya ttg Tahlilan. Jadi bgini, di masyarakat saya menmukan perbedaan persepsi ttg manfaat tahlilan untuk org mati. Ada yg berpendpat, tahlilan itu untuk MENGIRIM PAHALA kepada org yg sudah mati.

 Satu lagi bilang, tahlilan bkn bertujuan utk kirim pahala, karena org yg mati pahala ataupun dosanya tidak bisa ditambahi atau dikurangi oleh siapa saja. Tahlilan hanya bertujuan untuk KIRIM DOA. 

Yg ingin saya tanyakan, jadi yg bener yg mana ? Tahlilan untuk kirim pahala atau hanya bisa sebatas kirim doa ? Mohon dijelaskan agar saya tidak salah niat bila akan tahlilan. Kalau bisa dengan dalil-dalil naqlinya agar saya mantap.

Trima kasih sebelumnya, Jazakumullah......


Jawab:
Wa'alaikumussalam warahmatuLlahi wabarakatuH.

Pertama, Tahliil itu asal maknanya berdzikir Laa ilaaha illaLlah. Inilah dzikir paling utama menurut Nabi. Kemudian istilah --atau sering juga disebut tahlilan-- itu digunakan untuk acara berdzikir bersama seperti yang lazim dilakukan di banyak tempat.

 Acara ini juga ada yang menyebutnya Kirim doa. Acara tahlil atau tahlilan ini ada juga yang disertai dengan berkat, makanan, yang diberikan kepada hadirin yang melakukan tahlil.

Apakah amalan seperti membaca Fatihah, berdoa, dan memberi makan orang, dlsb itu bisa dikirim  seperti paket kepada orang yang sudah meninggal? Apakah kiriman itu bisa sampai? Hal ini sudah lama menjadi perdebatan di kalangan ulama. 

Jadi memperdebatkan itu hanyalah pengulangan belaka.

Imam Ahmad memberi jalan keluar yang menarik, Kalau amalan kita tidak bisa sampai dengan sendirinya, kita mohon saja kepada Allah agar menyampaikannya, pasti sampai. 

Bukankah Allah sendiri berfirman, "Ud'uunii astajib lakum", Memohonlah kepadaku, pasti aku kabulkan. Dan ini sekarang banyak dilakukan oleh 'imam tahlil' setelah tahlilan. Berdoa agar pahala bacaan-bacaannya juga disampaikan kepada mereka yang 'ditahlili'.

Waba'du; bagaimana pun tahlilan, menurut saya, tetap positif. Seandainya pun pahalanya tidak sampai, kita kan sudah dapat pahalanya berdzikir. 

Lagi pula kebersamaan dengan sesama saudara dalam acara-acara tahlilan merupakan nilai tersendiri. Apalagi di alam dimana kebersamaan hampir terkalahkan oleh egoisme.
Wallahu a'lam.   

0 komentar:

Poskan Komentar