DAPATKAN! Buku Pitutur Luhur (Rp.5.000) dan CD MP3 Pitutur Luhur oleh Ustadz Parsono Agus Waluyo ( Karangpandan, Solo - Indonesia

Minggu, 26 Agustus 2012

PONPES PONPES TERTUA DI NUSANTARA

PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1700-an

1. Ponpes Sidogiri Pasuruan Jawa Timur (berdiri
tahun 1718)


Sidogiri dibabat oleh seorang Sayyid dari Cirebon
Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman. Beliau
adalah keturunan Rasulullah SAW dari marga
Basyaiban.

Ayah Sayyid Sulaiman bernama: Sayyid
Abdurrahman, adalah seorang perantau dari
negeri wali, Tarim Hadramaut Yaman. Sedangkan
ibunya, Syarifah Khodijah, adalah putri Sultan
Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati. Dengan
demikian, dari garis ibu, Sayyid Sulaiman
merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Terdapat dua versi tentang tahun berdirinya
Pondok Pesantren Sidogiri yaitu 1718 atau 1745.
Dalam suatu catatan yang ditulis Panca Warga
tahun 1963 disebutkan bahwa Pondok Pesantren
Sidogiri didirikan tahun 1718.

Catatan itu
ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH
Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA
Sa’doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.
Anggota Majelis Keluarga saat ini adalah: KH A
Nawawi Abd Djalil, Nawawy Sadoellah, KH Fuad
Noerhasan, KH Abdullah Syaukat Siradj, KH Abd
Karim Thoyib, H Bahruddin Thoyyib.

2. Ponpes Jamsaren Jawa Tengah(berdiri tahun
1750)

Pondok pesantren Jamsaren berlokasi di Jalan
Veteran 263 Serengan Solo. Ponper ini pertama
berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya,
pondok ini melewati dua periode, setelah
mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara
1830 – 1878.

Semula, pondok pesantren yang
didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV
ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV
mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai
Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga
diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang
kemudian diabadikan hingga sekarang.

Vakumnya pondok pada 1830 disebabkan
terjadinya operasi tentara Belanda. Operasi itu
dimulai lantaran Belanda kalah perang dengan
Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta.
Karena kalah, Belanda melancarkan serangkaian
tipu muslihat dan selanjutnya berhasil menjebak
Pangeran Diponegoro.

Karena itu pada 1830, para
kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di
Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari
Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II
(putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Setelah sekitar 50 tahun kosong, seorang kiai alim
dari Klaten yang merupakan keturunan pembantu
Pangeran Diponegoro, Kiai H Idris membangun
kembali surau tersebut.

Kini sistem pendidikan salafiyah dan madrasah
diniyah (madin) namun para santri boleh belajar
sekolah formal SLTP SLTA di bawah Yayasan
Perguruan Al Islam Surakarta.

3. Pondok PPMH Gading Malang Jatim (berdiri
tahun 1768)

Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang
didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768.
PPMH juga diken`l dengan nama Pondok Gading
karena tempatnya berada di kelurahan Gading
Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan
nama yang terakhir lebih masyhur dikalangan
masyarakat.

KH. Hasan Munadi wafat pada usia 125 tahun.
Beliau mengasuh pondok pesantren ini selama
hampir 90 tahun.

Kini pesantren ini diasuh oleh KH. Abdurrohim
Amrullah Yahya (1971 – sekarang), KH.
Abdurrahman Yahya, KH. Ahmad Arief Yahya, KH.
Muhammad Baidlowi Muslich, Ust. Drs. HM.
Shohibul Kahfi, M.Pd., dan Ibu Nyai Dewi Aisyah
(Pesantren Putri)

Sistem pendidikan adalah Madrasah Diniyah
Salafiyah Matholiul Huda (MMH) terdiri atas.
Adapun tingkatannya adalah sebagai berikut :

I. Tingkat Ula (Pendidikan Tingkat Dasar)
Terdiri dari empat tingkat (kelas) dengan
menitikberatkan pada pelajaran dasar- dasar
keislaman, antara lain: Membaca al-Qur’an,
Fasholatan. Imla’/ menulis arab, Tajwid(Tuhfatul
Athfal), fiqih (Safinatun Najah jawa), Sejarah
(Khulashoh Nurul Yaqin).

Tajwid (Jazariyah), Fiqih
(Safinatun Najah), Tauhid (Aqidatul Awam), Sharaf
(al-Amtsilatu at-Tashrifiyyah), Praktek membaca
Al-Qur’an (Juz A’mma). Fiqih (Sullamutaufiq),
Tauhid (Bad’ul Amali), Sharaf (al- Amtsilatu at-
Tashrifiyyah), Nahwu (Jurumiyah).

II. Tingkat Wustho (Pendidikan Tingkat Menengah)
Tingkat ini merupakan lanjutan dari tingkat Ula
yang terdiri dari tiga tingkat (kelas) dengan
menitikberatkan pada pendalaman Ilmu Alat.
Pelajaran yang dikaji meliputi :

1. Nahwu (Imrithi I), Sharaf (Kailani), Fiqih (Fathul
Qorib I), Tafsir (al-Jalalain), Hadits (Bulughul
Maram I), Bahasa Arab (Al Arabiyah I)

2. Nahwu (Imrithi II), I’rob (Qowaidul I’rob), Fiqih
(Fathul Qorib II), Tafsir (al-Jalalain II), Hadits
(Bulughul Maram II), Bahasa Arab (Al Arabiyah II)

3. Nahwu (Fathu Robbil Bariyyah), Balaghoh
(Qowaidul Lughoh Al Arabiyyah), Fiqih (Syawir
Fathul Qorib), Tafsir (al-Jalalain III), Hadits
(Bulughul Maram III), Faraidh (Syarah Nadhom Ar
Rohbiyyah).

III. Tingkat Ulya (Pendidikan Tingkat Atas)
Jenjang ini ditempuh selama tiga tahun dengan
menitikberatkan pada pendalaman ilmu fiqih
(syawir) dan Ilmu Hisab. Pelajaran yang dikaji
meliputi :

1. Fiqih (Fathul Muin I), Ushul Fiqih (Al-Mabadiul
Awwaliyah), Nahwu (Alfiyyah Ibnu Aqil), Tauhid
(Ummul Barahin)

2. Fiqih (Fathul Muin II), Ushul Fiqih (Faraidhul
Bahiyyah), Nahwu (Alfiyyah Ibnu Aqil), Ilmu
Hadits (Manhaj Dzawin Nadhor), Tauhid (Ummul
Barahin)

3. Fiqih (Fathul Muin III), Nahwu (Alfiyyah Ibnu
Aqil), Ilmu Hisab (Sullamun Nayyiroin), Arudh
(Mukhtar As-syafi), Balaghoh (Jauharul Maknun)


4. Pondok Pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat
(berdiri tahun 1785)

Buntet Pesantren berdiri sejak abad ke 18 tepatnya
tahun 1785. Menurut catatan sejarah seperti yang
tertulis dalam buku Sejarah Pondok Buntet

Pesantren karya H. Amak Abkari, bahwa tokoh
Ulama yang pertama kali mendirikan Pesantren ini
adalah seorang Mufti Besar Kesultanan Cirebon
bernama Kyai Haji Muqoyyim (Mbah Muqoyyim).
Tempat yang pertama kali dijadikan sebagai
pondok pesantren Buntet, letaknya di Desa Bulak
kurang lebih 1/2 km dari perkampungan Pesantren
yang sekarang.

Sebagai buktinya di Desa Bulak
tersebut terdapat peninggalan Mbah Muqoyyim
berupa makan santri yang sampai sekarang masih
utuh.

Lebih jelasnya periodisasi kepemimpinan Kyai
Sepuh ini berturut-turut hingga sekarang dipimpin
oleh Kyai yang dikenal Khos yaitu KH. Abdullah
Abbas (kini Almarhum), dan digantikan oleh KH.
Nahduddin Abbas.

5. PP Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura
(berdiri tahun 1787)

Pondok Pesantren Banyuanyar bermula dari
sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan
oleh Kyai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787
M/1204 H.

Beliau adalah salah seorang ulama
kharismatik yang terkenal dengan kezuhudan,
ketawadhuan dan kearifannya yang kemudian
melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh
pondok pesantren di Pulau Madura dan Pulau
Jawa.

Nama Banyuanyar diambil dari bahasa Jawa yang
berarti air baru. Hal itu didasari penemuan sumber
mata air (sumur) yang cukup besar oleh Kyai
Itsbat.

Sumber mata air itu tidak pernah surut
sedikitpun, bahkan sampai sekarang air tersebut
masih dapat difungsikan sebagai air minum santri
dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.
Sedangkan nama “Darul Ulum” adalah nama yang
digunakan secara formal sejak tahun 1980-an
sebagai nama lembaga, baik pendidikan formal
maupun non formal. “Darul Ulum” juga menjadi
nama institusi-institusi yang dikembangkan oleh
Pondok Pesantren Banyuanyar.

Nama-Nama Pengasuh Pondok Pesantren
Banyuanyar

1. K. Itsbat Bin Ishaq Bin Hasan Bin Abdurrahman
(Kyai Abdurrahman adalah menantu Sunan Giri
Gresik), periode tahun 1788 s/d 1868.

2. RKH. Abdul Hamid Bin Itsbat, periode tahun
1868 s/d 1933.

3. RKH. Abdul Majid bin Abdul Hamid (wafat 1958
M), periode tahun 1933 s/d 1943.

4. RKH. Baidhawi bin Abdul Hamid (wafat 1966 M),
periode tahun 1943 s/d 1966.

5. RKH. Abdul Hamid Bakir bin Abdul Majid (wafat
1980 M), periode tahun 1966 s/d 1980.

6. RKH. Muhammad Syamsul Arifin bin KH. Abdul
Lathif, periode tahun 1980-sekarang.

PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1800-an

1. Ponpes Tremas Paciatan Jawa Timur (berdiri
tahun 1830)

Sejarah berdirinya Pondok Tremas yang dipelopori
oleh beliau KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M.
Bagus Darso (nama kecil KH. Abdul Manan)
menyelesaikan pelajarannya di Pondok Tegalsari
Ponorogo, beliau lantas mendirikan pondok di
daerah Semanten [2km arah utara kota Pacitan],
Namun dikemudian hari pondok tersebut akhirnya
dipindah ke Tremas.

Pondok pesantren Tremas mengadopsi sistem
pendidikan salafiyah. Beberapa ciri khas dari
pesantren salaf adalah, pertama, adanya
penekanan pada penguasaan kitab klasik atau
kitab kuning (kutub atturats).

Kedua, masih diberlakukannya sistem pengajian
sorogan, wetonan, bandongan dalam proses
kegiatan belajar mengajar (KBM) santri.
Ketiga, saat ini walaupun pesantren salaf
memperkenalkan sistem jenjang kelas–disebut juga
dengan sistem klasikal–namun materi pelajaran
tetap berfokus pada kitab-kitab kuning alias kitab
klasik.

Keempat, secara umum hubungan emosional kyai-
santri di pesantren salaf jauh lebih dekat dibanding
pesantren modern. Hal ini karena kyai menjadi
figur sentral: sebagai edukator karakter,
pembimbing rohani dan pengajar ilmu agama.
Kelima, materi pelajaran umum seperti matematika
atau ilmu sosial tidak atau sangat sedikit diajarkan
di pondok salaf.
Kini pesantren ini dipimpin oleh KH. Fu’ad Habib
Dimyathi..

2. Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur (berdiri
tahun 1852)
Berdirinya lembaga ini jauh sebelum Indonesia
merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1852, di Dusun
Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang,
Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Komplek Pondok
Pesantren Langitan terletak di samping bengawan
Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang
lebih 7 hektar.

Lembaga pendidikan ini dahulunya adalah hanya
sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok
Pesantren Langitan, KH. Muhammad Nur
mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga
dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan
dalam mengusir kompeni (penjajah) dari tanah
Jawa.

KH. Muhammad Nur mengasuh pondok ini
kira-kira selama 18 tahun (1852-1870 M).
Kini (th 2012) kepengasuhan diampu oleh KH.
Abdul Hadi Zahid, KH. Ahmad Marzuqi Zahid dan
KH. Abdulloh Faqih.

3. Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan (berdiri
tahun 1861)

4. Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung Jabar
(berdiri tahun 1881)

5. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim
(berdiri tahun 1899)

PESANTREN BERDIRI PADA TAHUN 1900-an

1. Ponpes Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta
(berdiri tahun 1911)

2. Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Sumut
(berdiri tahun 1912)

3. Pondok Modern Gontor Ponorogo Jatim (berdiri
tahun 1926)

4. PP Bata-bata Pamekasan Madura Jawa Timur
(berdiri tahun 1943)

5. PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur
(berdiri tahun 1950)

6. PP Al-Khoirot Malang Jawa Timur (berdiri tahun
1963)http://mp3pituturluhur.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar