DAPATKAN! Buku Pitutur Luhur (Rp.5.000) dan CD MP3 Pitutur Luhur oleh Ustadz Parsono Agus Waluyo ( Karangpandan, Solo - Indonesia

Friday, 6 November 2015

MENCARI KEBENARAN BUKAN MEMBENARKAN PENCARIAN (Berani mengakui kesalahan itu baik, ada Qaul Qadim ada Qaul Jadid, Jadi Gentle, Bukan Ngeles)

MENCARI KEBENARAN BUKAN MEMBENARKAN PENCARIAN
(Berani mengakui kesalahan itu baik, ada Qaul Qadim ada Qaul Jadid, Jadi Gentle, Bukan Ngeles)

Terlalu buru-buru menjustifikasi (menilai) seseorang atau kelompok dan men generalisir (menyamakan) seseorang atau kelompok dengan yang lain ialah subyektifitas yang parah, saya katakan subyektifitas parah karena tidak ada manusia yang obyektif 100% karena dia dipengaruhi komunitasnya.
cukuplah kita mengamati yang mendalam dahulu sebelum kita mengutarakan pendapat kita kepada orang lain agar tidak memperparah keadaan.
aliran dalam islam memang banyak namun bukan tidak mungkin kita bersatu, memang tidak ada ormas yang sempurna karena yang sempurna adalah islamnya, bukan ormasnya. maka dari itu kita sebagai orang yang bukan ulama' maka jangan sampai menjelek jelekkan ormas lain.
setiap ormas harus mau mengakui kekuranganya, jangan cuma mengunggulkan apa yg bisa dibenarkan olehnya. saat ini sangat parah sekali, apa anda yakin dengan menyamakan NU berkoalisi dengan SYI'AH atau Liberal itu benar? atau menyamakan wahabi dengan wahbiyah itu benar? atau saling mengklaim bahwa antara NU dan Salafi rebutan istilah Ahlussunnah wal Jama'ah itu miliknya? kalo memang benar benar berani mari berdialog secara sehat dan bukan debat kusir, kami menerima dari aliran apapun asalkan islam, karena saya yakin yang non islam bukan saudara kita nanti. jangan hanya lewat dunia maya kalau benar2 penting, dan ikhlas mencari kebenaran bukan membenarkan pencarian.
Para Imam Madzhab kita berhubungan baik dan bahkan guru dan murid, namun berbeda pendapat bahkan mempunyai pengikut yang dahsyat, namun mereka tidak pernah menyalahkan imam lain atau membenarkan pendapatnya, beliau-beliau hanya megutarakan alasan amaliyah mereka bukan menjelek-jelekkan lainya bahkan mengkafirkanya.....

Wednesday, 1 October 2014

Bid'ah Khasanah (Walimatul Ursy) - Ustadz Parsono Agus Waluyo - Live in ...

Wednesday, 4 June 2014

Ustadz Parsono Agus Waluyo Karangpandan, Karanganyar part 1/3

PENGAJIAN UST. PARSONO AGUS WALUYO (PAW) - ISRA' MI'RAJ -SIDE B

Tuesday, 3 June 2014

PENGAJIAN UST. PARSONO AGUS WALUYO (PAW) - ISRA' MI'RAJ -SIDE A

Monday, 2 June 2014

Buku-buku Aswaja

http://www.berniaga.com/vi/17526782.htm

Sunday, 1 June 2014

Semangat Pemuda SEKAWAN

Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, merekalah yang akan melanjutkan roda perjalanan kehidupan. Seiring deras arus globalisasi yang terjadi saat ini ternyata tak menyurutkan semangat para pemuda SEKAWAN ini, pada tanggal 27 Mei 2014 organisasi gabungan dari ke-empat Karang Taruna di dusun Kembang, Ds. Doplang, Kec. Karangpandan, kab. Karanganyar ini berperan aktif dalam penyelenggaraan pengajian dalam memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Al Huda Sintru Dusun Kembang.

"Alhamdulillah, dengan partisipasi Karang Taruna SEKAWAN dalam pengajian ini, benar-benar harapan kami dan sangat membantu jalanya kegiatan" ungkap Ustad Mushowir selaku ketua panitia kegiatan tersebut. Sedangkan Ketua Umum Karang Taruna SEKAWAN Achmad Suratmo mengungkapkan akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di wilayahnya, karena menurutnya Karang Taruna bukan hanya organisasi remaja yang terjun dibidang sosial, akan tetapi kegiatan keagamaan juga perlu didukung dan diselenggarakan untuk meningkatkan keagamaan / pengetahuan agama remaja saat ini.

Monday, 26 May 2014

Jadwal pengajian Ustad Parsono Waluyo 26 - 31 Mei 2014

Jadwal Ust. Parsono Agus Waluyo, tgl
26-31 Juni 2014 :
*26 juni : 19.30 : Ngrongkeh, Gendingan,
Widodaren, Ngawi
*27 Juni : 19.30 : Balairakyat
Sendangrejo, Plupuh, Sragen.
*25 juni : 19.30 : Msjd Baiturrahman,
Sumuran Wetan, Kragilan, Mojolaban.
*29 juni : 19.30
*30 juni : 07.00 : Rutinan Kantor PDAM
Kr.anyar
*30 juni : 19.00 : rutinan Msjd Nurul
Hikmah, ngringo Jaten.
*31 juni : 19.30 : Srimulyo, Gondang,
Sragen
Info: 0878 3322 5136

Tuesday, 18 February 2014

Fasal tentang Doa Qunut

Doa qunut ada tiga macam. Pertama, doa Qunut Nazilah, yaitu doa yang dibacakan setelah ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir shalat. Hukumnya sunnah hai’ah (kalau lupa tertingal tidak disunatkan bersujud sahwi). Qunut Nazilah dilaksanakan karena ada peristiwa (mushibah) yang menimpa, seperti bencana alam, flu burung dan lainnya.

Qunut Nazilah ini mencontoh Rasulullah SAW Yang memanjatkan doa Qunut Nazilah selama satu bulan atas mushibah terbunuhnya qurra’ (para sahabat Nabi SAW yang hafal al Qur’an) di sumur Ma’unah. Juga diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. bahwa “Rasulullah SAW kalau hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka beliau doa qunut setelah ruku’ (HR. Bukhori dan Ahmad).

Kedua, qunut shalat witir. Menurut pengikut Imam Abu Hanifah (hanafiyah) qunut witir dilakukan dirakaat yang ketiga sebelum ruku’ pada setiap shalat sunnah. Menurut pengikut Imam Ahmad bin Hambal (hanabilah) qunut witir dilakukan setelah ruku’. Menurut Pengikut Imam Syafi’i (syafi’iyyah) qunut witir dilakukan pada akhir shalat witir setelah ruku’ pada separuh kedua bulan Ramadlan. Akan tetapi menurut pengikut Imam Malik qunut witir tidak disunnahkan.

Ketiga, doa qunut pada raka’at kedua shalat Shubuh. Menurut pengikut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad doa qunut shalat Shubuh hukumnya tidak disunnahkan karena hadits Nabi SAW bahwa ia pernah melakukan doa qunut pada saat shalat Fajar selama sebulan telah dihapus (mansukh) dengan ijma’ sebagaiman diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud:

رَوَى ابنُ مَسْعُوْدٍ: أَنَّهُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَنَتَ فِيْ صَلاَةِ الفَجْرِ شَهْراً ثُمَّ تَرَكَهُ

Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud: Bahwa Nabi SAW telah melakukan doa qunut selama satu bulan untuk mendoakan atas orang-orang Arab yang masih hidup, kemudian Nabi SAW meninggalkannya.” (HR. Muslim)

Menurut pengikut Imam Malik (Malikiyyah) doa qunut shalat Shubuh hukumnya sunnah tetapi disyaratkan pelan saja (sirr). Begitu juga menurut Syafi’iyyah hukumnya sunnah ab’adl (kalau lupa tertinggal disunatkan sujud sahwi) dilakukan pada raka’at yang kedua shalat Shubuh. Sebab Rasulullah SAW ketika mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) pada rakaat kedua shalat Shubuh beliau membaca qunut. Dan demikian itu “Rasulullah SAW lakukan sampai meninggal dunia (wafat)”. (HR. Ahmad dan Abd Raziq) Imam Nawawi menerangkan dalam kitab Majmu’nya:

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ القَُنُوْتُ فِيْهَا سَوَاءٌ نَزَلَتْ نَازِلَةٌ أَمْ لَمْ تَنْزِلْ وَبِهَذَا قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ

Dalam Madzhab kita (madzhab Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat Shubuh, baik karena ada mushibah maupun tidak. Inilah pendapat mayoritas ulma’ salaf”. (al-Majmu’, juz 1 : 504)

Penulis berpendapat tentang bagaimana dua hadits tentang doa qunut pada shalat Shubuh yang tampa’ tidak sejalan. Cara kompromi untuk mendapat kesimpulan hukum (thariqatu al-jam’i wa al-taufiiq) dapat diuraikan, bahwa hadits Abu Mas’ud (dalil pendapat Hanafiyyah dan Hanabilah) menegaskan bahwa Nabi SAW telah melakukan qunut selama sebulan lalu meninggalkannya tidak secara tegas bahwa hadits tersebut melarang qunut shalat Shubuh setelah itu. Hanya menurut interpretasi ulama yang menyimpulkan bahwa qunut shalat Shubut dihapus (mansukh) dan tidak perlu diamalkan oleh umat Muhammad SAW. Sedangkan hadits Anas bin Malik (dalil pendapat Malikiyyah dan Syafi’iyyah) menjelaskan bahwa Nabi SAW melakukan qunut shalat Shubuh dan terus melakukannya sampai beliau wafat.

Kesimpulannya, ketika interpretasi sebagian ulama bertentangan dengan pendapat ulama lainnya dan makna teks tersurat (dzahirun nashs) hadits, maka yang ditetapkan (taqrir) adalah hukum yang sesuai dengan pendapat ulama yang berdasrkan teks tersurat hadits shahih. Jadi, hukum doa qunut pada shalat Shubuh adalah sunnah ab’adl, yakni ibadah sunnah yang jika lupa tertinggal mengerjakannya disunatkan melakukan sujud sahwi setelah duduk dan membaca tahiyat akhir sebelum salam. Wallahu a’lam bi -shawab.

HM Cholil Nafis, MA
tetang...
Polling
Space Iklan
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel